TANJUNG MORAWA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK),
emiten produsen cetakan
sarung tangan medis dan industri menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk tahun buku 2025. Dalam rapat tersebut, seluruh agenda yang diajukan Direksi dan Dewan Komisaris telah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham.
Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2025, termasuk Laporan Kegiatan Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris, serta Laporan Keuangan. Rapat juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan sepanjang tahun buku 2025.
Selain itu, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan, termasuk pembagian dividen tunai sebesar Rp50 per saham. Kebijakan ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam memberikan imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham, seiring dengan kinerja operasional yang tetap solid dan arus kas yang terjaga.
Baca Juga: Emiten Cetakan Sarung Tangan MARK Cetak Margin Laba Tembus 31,49 %
Dengan mempertimbangkan pembagian
dividen interim sebelumnya, total dividend yield Perseroan berpotensi mencapai sekitar 11%, menjadikan saham MARK tetap menarik bagi investor yang berorientasi pada yield.
Direktur Utama Perseroan, Ridwan Goh menyampaikan, bahwa Perseroan tetap mempertahankan komitmen untuk membagikan dividen dengan payout ratio yang tinggi sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
“Perseroan secara konsisten menjaga kebijakan dividend payout ratio di atas 90% sebagai bentuk komitmen kami dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Di saat yang sama, kondisi keuangan Perseroan tetap sehat sehingga kami masih memiliki ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi dan pertumbuhan usaha ke depan,” ujar Ridwan Goh.
Ridwan menambahkan, Perseroan juga optimistis terhadap prospek usaha pada tahun 2026. MARK menargetkan laba bersih sebesar Rp340 miliar atau tumbuh sekitar 20% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Target tersebut ditopang oleh fundamental bisnis yang kuat, terutama dominasi pasar ekspor, efisiensi operasional, serta eksposur positif terhadap penguatan dolar AS.
“Lebih dari 80% penjualan Perseroan berasal dari pasar ekspor dengan denominasi dolar AS. Struktur bisnis ini memberikan natural hedge terhadap fluktuasi nilai tukar, sehingga di tengah penguatan dolar AS, Perseroan justru memperoleh dampak positif terhadap pendapatan dan profitabilitas,” jelas Ridwan.
Ia juga menegaskan, bahwa Perseroan akan terus fokus menjaga efisiensi operasional dan memperkuat daya saing global guna mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kami melihat permintaan pasar ekspor masih cukup solid. Dengan struktur biaya yang semakin efisien, posisi kas yang sehat, serta kapasitas produksi yang terus dioptimalkan, kami optimistis target pertumbuhan tahun 2026 dapat tercapai,” tambahnya.
Baca Juga: Permintaan Sarung Tangan Melonjak, Mark Dynamics Bidik Penjualan Rp1 Triliun
Sejalan dengan agenda rutin lainnya, RUPST juga menyetujui penunjukan akuntan publik untuk audit laporan keuangan tahun buku 2026 serta penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.
Sementara itu dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui rencana Perseroan untuk menjaminkan aset dengan nilai lebih dari 50% dari kekayaan bersih dalam rangka memperoleh fasilitas pembiayaan dari perbankan dan/atau lembaga keuangan lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam memperkuat struktur permodalan dan mendukung rencana ekspansi usaha secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Ridwan Goh menyampaikan bahwa hasil RUPS ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap arah strategis Perseroan. Dengan struktur keuangan yang sehat, eksposur pasar global yang kuat, serta disiplin operasional yang konsisten, MARK berada dalam posisi yang solid untuk melanjutkan pertumbuhan kinerja sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.
(akr)