JAKARTA - Pengadilan Militer Jakarta kembali menggelar sidang kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS,
Andrie Yunus. Kini, giliran 4 terdakwa memberikan keterangannya dalam kasus itu.
"Apakah sudah bisa menghadirkan saudara AY untuk menjadi saksi dalam persidangan ini?" tanya Ketua majelis hakim, Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto dalam persidangan, Rabu (13/5/2026).
Oditur militer menjawab, pihaknya telah mengirimkan surat permohonan agar Andrie Yunus bisa hadir dalam persidangan melalui LPSK. Namun, LPSK memberitahu Andrie Yunus masih belum bisa hadir memberikan kesaksiannya.
"Kami sudah membuat surat ke RSCM terkait keinginan kami berkunjung atau membesuk, dan itu juga belum dijawab. Sehingga, kami kemarin tanggal 12, kami para Oditur berangkat ke RSCM mengunjungi saudara Andri Yunus, tetapi sampai di tempat, kami masih belum bisa mengunjunginya walaupun kami sudah koordinasi dengan LPSK," tuturnya.
Baca juga: Andrie Yunus Tolak Dijenguk Oditur Militer di RSCM Oditur menerangkan, pihaknya berkoordinasi dengan tim kuasa hukum Andrie Yunus, jawabannya kondisi Andrie Yunus pascaoperasi sehingga belum bisa dikunjungi. Pasalnya, manakala Andrie Yunus dikunjungi hingga bergerak, operasi pencangkokan kulit itu kemungkinan akan gagal.
"Jadi, kami diterima oleh tim Humas dari RSCM, secara simbolis kami diterima, kemudian kami dijelaskan mengapa saudara Andri Yunus masih belum bisa dikunjungi. Di situ juga ada tim kuasa hukum dari saudara Andrie Yunus juga menemui kami, sehingga kami Oditur memahami dengan situasi dan kondisi yang sedang dialami saudara Andrie Yunus," katanya.
Lihat video: Sidang Perdana Andrie Yunus Dimulai! Plot Twist atau Sesuai Prediksi?
"Sehingga, kami hanya menanyakan terkait kondisi terkini dari saudara Andrie Yunus dan dijawab bahwa pascaoperasi, saudara Andrie Yunus harus istirahat total dan sedikit sekali bergerak. Sehingga kami mohon diri, kami pamit, kami pulang dan melaporkan hasilnya kepada Yang Mulia," papar Oditur lagi.
Ketua hakim lantas menegur Oditur yang tidak bisa menghadirkan Andrie Yunus ke persidangan. Sebabnya, hakim ingin menggali apa yang dirasakan Andrie Yunus dan dampaknya akibat penyiraman tersebut.
"Kita juga mau menggali, apakah saudara AY itu ada teror atau ada hal yang mencurigakan sebelum kejadian itu? Apakah ada yang pernah mengancam? Apakah ada yang mengawasi dia? Apakah sebelum kejadian itu ada yang membuntuti dia? Nah, itu kan tidak bisa kita jawab karena tidak di depan persidangan," kata hakim.
Meski begitu, sidang tetap berlanjut dengan agenda pemeriksaan para terdakwa. Ada empat terdakwa dalam kasus itu, yakni Terdakwa I Sersan Dua Edi Sudarko, Terdakwa II Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, Terdakwa III Kapten Nandala Dwi Prasetyo dan Terdakwa IV Letnan Satu Sami Lakka.
(cip)