JAKARTA - Platform aset kripto Catcrs resmi membentuk Dana Perlindungan Pengguna dan meluncurkan prosedur respons darurat untuk mengantisipasi potensi risiko ekstrem di industri aset digital. Langkah tersebut dilakukan guna memperkuat sistem perlindungan pengguna di tengah perkembangan industri kripto yang semakin kompleks.
“Risiko dalam industri digital tidak bisa diabaikan begitu saja. Karena itu, kami memilih menyiapkan langkah penanganan sejak awal agar pengguna tidak merasa ditinggalkan ketika menghadapi situasi yang tidak terduga,” kata Chief Operating Officer Catcrs, Farid Hakim, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/6/2026).
Baca Juga: AS Umumkan Sanksi Baru Targetkan Jaringan Mata Uang Kripto Iran Farid mengatakan pembentukan dana perlindungan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun sistem keamanan dan mitigasi risiko yang lebih transparan. Dana tersebut bersumber dari alokasi laba perusahaan serta cadangan risiko yang disisihkan secara berkala.
Menurut Catcrs, dana perlindungan disiapkan untuk menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk kegagalan teknis ekstrem maupun wanprestasi dari pihak mitra. Perusahaan menilai mekanisme tersebut penting untuk memberikan kepastian penanganan ketika terjadi situasi di luar kendali.
Selain membentuk dana perlindungan, Catcrs juga memperkenalkan tim tanggap darurat yang terdiri atas divisi teknis, keamanan, kepatuhan, dan layanan pelanggan. Tim tersebut akan bekerja berdasarkan prosedur respons yang telah ditetapkan, termasuk dalam penyampaian informasi kepada publik secara cepat dan transparan saat status darurat diaktifkan.
Baca Juga: Indonesia Crypto Exchange Resmi Diluncurkan Farid menegaskan keberadaan dana perlindungan bukan berarti perusahaan mengharapkan terjadinya masalah, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab dalam mempersiapkan kemungkinan terburuk. “Dana perlindungan memang tidak dapat menghapus seluruh kerugian yang mungkin terjadi. Namun setidaknya, dalam situasi di luar kendali, kami memiliki mekanisme untuk membantu memberikan kompensasi kepada pengguna terdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan perusahaan sengaja membuka aturan penggunaan dana tersebut secara transparan agar pengguna memahami batasan, mekanisme, dan kondisi pemicunya. Menurut dia, transparansi menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan jangka panjang di industri aset digital.
Catcrs menilai pembentukan Dana Perlindungan Pengguna juga menjadi bagian dari disiplin internal perusahaan karena sebagian laba yang sebelumnya digunakan untuk ekspansi bisnis kini dialokasikan sebagai penyangga keamanan. Perusahaan menegaskan perlindungan dan keamanan pengguna akan tetap menjadi prioritas utama dalam pengembangan bisnis ke depan.
(nng)