BANDUNG - Pekan terakhir
Hydroplus Soccer League Bandung di Lapangan Pusdikpom, Cimahi, Sabtu (16/5/2026), berlangsung sengit sekaligus melahirkan dua juara baru. Mojang Priangan sukses keluar sebagai kampiun kategori U-15, sementara Akademi Persib Bandung menjadi yang terbaik di sektor U-18. Kedua tim pun berhak melaju ke ajang Hydroplus Soccer League All-Stars di Kudus pada Juli 2026 mendatang.
Pada partai penutup kategori U-15, Mojang Priangan tampil dominan saat mengalahkan Setia Srikandi dengan skor telak 4-0. Tim tersebut langsung unggul cepat lewat sundulan Nayla Aulianti saat laga baru berjalan dua menit.
Baca Juga: Bergulir di Empat Kota, 90 Tim Ikuti Hydroplus Soccer League Putri U-15 & U-18 Nayla kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-18 setelah memanfaatkan bola lambung di depan gawang. Keunggulan Mojang Priangan semakin melebar lewat penalti Ranna Dzakira Silva pada menit ke-24 yang membuat timnya menutup babak pertama dengan skor 3-0.
Memasuki babak kedua, Mojang Priangan tetap menguasai permainan. Gol keempat akhirnya lahir melalui Fathin Rafifa Rabbani pada menit ke-44 sekaligus memastikan kemenangan 4-0.
Hasil tersebut membuat Mojang Priangan mengoleksi 46 poin, sama dengan Goal Aksis. Namun Mojang Priangan unggul produktivitas gol, yakni 91 gol berbanding 55 gol milik rivalnya, sehingga berhak menyegel gelar juara.
Pelatih Mojang Priangan, Imam Sujagad, mengaku bangga atas perjuangan anak asuhnya sepanjang kompetisi.
“Alhamdulillah untuk hasil pertandingan liga di pekan terakhir, kami bisa memaksimalkan dengan agregat gol. Karena poin kami sama, saling kejar-mengejar, tapi kami tekankan ke pemain untuk cetak gol. Karena sejak awal kami menyadari persaingan luar biasa ketatnya. Kami tidak melihat papan bawah ataupun papan tengah, semua memperbaiki dan selalu mengevaluasi sehingga tim-tim yang ada di sini semakin bagus di setiap laga,” ujar Imam.
Kapten Mojang Priangan, Nayla Aulianti, juga mengaku senang bisa membawa timnya menjadi juara.
“Saya merasa bangga karena latihan keras yang sudah saya lakukan bisa membuahkan hasil untuk tim menjadi juara. Ke depan saya ingin berusaha dan kembali menjadi juara lagi,” kata Nayla.
Di kategori U-18, Akademi Persib Bandung memastikan gelar juara setelah mengumpulkan 40 poin. Pada laga terakhir, Akademi Persib Bandung menang 3-1 atas Goal Aksis meski sempat tertinggal lebih dulu.
Tiga gol kemenangan dicetak Keyra Az-zahra pada menit ke-43, Dwi Aprilia Harahap menit ke-65, dan Fatima Isya Daud pada menit ke-68.
Pelatih Akademi Persib Bandung U-18, Dian Nadia Mutiara, menilai timnya masih perlu memperbaiki fokus saat memulai pertandingan.
“Di babak pertama kami harus lebih siap ketika sudah berada di lapangan. Jangan sampai kendor di awal. Tadi mereka belum siap untuk bertanding, jadi nanti mungkin ke depannya kami harus lebih siap dari menit awal sampai menit akhir, dan benar-benar harus fokus,” ujar Dian.
Selain trofi juara, tim terbaik kategori U-15 dan U-18 juga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp40 juta. Sementara runner-up menerima Rp20 juta.
Program Director Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan kompetisi ini menjadi wadah pembinaan berjenjang bagi pesepak bola putri Indonesia.
“Setelah mereka mulai mencintai sepak bola melalui MilkLife Soccer Challenge, di usia yang lebih tinggi kami menyelenggarakan Hydroplus Soccer League yang bertujuan mewadahi bakat dan potensi atlet putri yang ingin lebih serius menekuni sepak bola melalui pertandingan dengan sistem liga. Sehingga di setiap minggunya para atlet dapat mengasah dan mengevaluasi kemampuan untuk tampil lebih baik lagi,” kata Teddy.
Hal senada disampaikan pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki. Ia menyebut kompetisi seperti ini sangat penting untuk perkembangan sepak bola putri nasional.
“Saya sangat terbantu karena kehadiran Hydroplus Soccer League penting untuk perkembangan ekosistem sepak bola Indonesia. Saya berharap program ini terus digalakkan agar bisa lebih baik ke depannya. Dari ribuan atlet yang bertanding kami melihat banyak bakat potensial yang muncul. Tentunya kami akan memantau lebih lanjut perkembangan mereka dan semoga kelak dapat mengisi skuad Timnas Indonesia di masa mendatang,” ujar Satoru.
Kapten Timnas Putri Indonesia, Shafira Ika Putri, juga mengapresiasi hadirnya kompetisi usia muda untuk sepak bola putri.
“Saat saya berusia 15 dan 18 tahun, belum ada liga dan kompetisi seperti ini. Ketika itu jika ingin latihan harus bermain bersama tim-tim putra, tapi zaman sekarang sudah berbeda dan senang juga melihat sepak bola putri di Indonesia semakin maju. Semoga ke depannya sepak bola putri semakin berkembang dan bisa membanggakan Indonesia,” ucap Shafira.
Beberapa pemain yang mencuri perhatian sepanjang kompetisi antara lain Amanda Fitriani dan Kazumi Zalfa Arrobi Nurlan dari Goal Aksis. Keduanya bahkan dipanggil mengikuti training camp di Clairefontaine, Prancis, bersama pelatih Timnas Putri Indonesia U-17, Timo Scheunemann.
Selain itu, ada pula nama Nafeeza Ayasha Nori dari Mojang Priangan yang pernah memperkuat klub Filipina, Makati FC, saat masih berusia 14 tahun.
Daftar Pemenang Hydroplus Soccer League BandungKategori U-15Juara: Mojang Priangan
Runner-up: Goal Aksis
Top skor: Syabilla Khanaya Ardianto (Mojang Priangan) – 19 gol
Best Goalkeeper: Elbian Defika Aryasatya (Goal Aksis)
Best Player: Raisya Novita Amalia (Mojang Priangan)
Kategori U-18
Juara: Akademi Persib Bandung
Runner-up: Putri Garut
Top skor: Diana Annisa Rahmawati (Putri Garut) – 15 gol
Best Goalkeeper: Gadhiza Asnanza (Akademi Persib Bandung)
Best Player: Sucy Kanya Sholehah (Akademi Persib Bandung)
(sto)