floating-CENTCOM Klaim Sudah...
CENTCOM Klaim Sudah Hancurkan Kemampuan Militer Iran
CENTCOM Klaim Sudah...
CENTCOM Klaim Sudah Hancurkan Kemampuan Militer Iran
Senin, 18 Mei 2026 - 14:19 WIB
DUBAI - Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi bahwa mereka memberlakukan blokade terhadap Iran karena Teheran telah menggunakan Selat Hormuz sebagai senjata untuk mengancam kebebasan navigasi, menambahkan bahwa pasukan AS siap untuk rencana darurat apa pun yang mungkin diperlukan di wilayah tersebut.

Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Al Arabiya bahwa pasukan AS telah mengalihkan jalur lebih dari 80 kapal sejak blokade terhadap Iran dimulai, menekankan bahwa Washington memantau dengan cermat semua yang coba dibawa masuk atau dikeluarkan oleh Iran.

Hawkins menambahkan bahwa pasukan AS siap untuk rencana darurat apa pun yang mungkin diminta dari mereka, menandakan kesiapan militer Amerika yang berkelanjutan di tengah meningkatnya ketegangan di Teluk.

CENTCOM Klaim Sudah Hancurkan Kemampuan Militer Iran

1. Mencapai Tujuan Militer

Hawkins mengatakan bahwa operasi militer AS terhadap Iran sangat efektif, mencatat bahwa Washington telah mencapai tujuan militer yang ditetapkan sejak awal konfrontasi.

Ia mengatakan Amerika Serikat sebagian besar telah menghancurkan kemampuan militer Iran, termasuk kemampuan manufaktur militer Iran, menambahkan bahwa kemampuan Teheran untuk meluncurkan rudal dan drone telah menurun tajam.

Hawkins menambahkan bahwa kemampuan Iran untuk menjadi ancaman tidak lagi seperti dulu, menjelaskan bahwa pasukan AS telah bekerja sama dengan sekutu untuk mendukung sistem pertahanan udara di wilayah tersebut.

Ia menuduh Iran melakukan serangan yang disengaja terhadap warga sipil, menambahkan bahwa pasukan Iran meluncurkan rudal dari daerah padat penduduk di dalam Iran.

2. Hormuz sebagai Pusat Konfrontasi

Pernyataan CENTCOM muncul pada saat Selat Hormuz menyaksikan peningkatan ketegangan yang telah memengaruhi lalu lintas pelayaran dan pasar energi global. Selat ini dianggap sebagai salah satu titik rawan maritim terpenting di dunia, dengan sekitar seperlima ekspor minyak global melewatinya. Ancaman dan serangan baru-baru ini telah mendorong beberapa perusahaan pelayaran dan energi untuk menilai kembali rute maritim mereka.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio baru-baru ini menyerukan kepada China untuk memainkan peran yang lebih besar dalam menekan Iran, dengan alasan bahwa stabilitas di Selat Hormuz secara langsung melayani kepentingan Beijing.

3. Menargetkan Proksi Iran

Hawkins juga mengungkapkan bahwa operasi AS telah berkontribusi untuk memutus pasokan senjata ke proksi Iran, merujuk pada faksi bersenjata yang didukung Teheran di wilayah tersebut.

Pernyataan CENTCOM muncul ketika upaya diplomatik terus berlanjut melalui mediator regional dan internasional untuk mencegah konfrontasi meluas, sementara kekhawatiran tetap ada atas kemungkinan runtuhnya gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran.

Meskipun pemerintahan AS telah menekankan kelanjutan jalur diplomatik, pernyataan militer terbaru mencerminkan keadaan siaga yang berkelanjutan di Teluk, dengan kemungkinan eskalasi militer masih terbuka jika upaya deeskalasi saat ini gagal.
(ahm)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan