floating-Perfect Crown Banjir...
Perfect Crown Banjir Kritikan, Adegan Penobatan Raja Disebut Lecehkan Sejarah Korea
Perfect Crown Banjir...
Perfect Crown Banjir Kritikan, Adegan Penobatan Raja Disebut Lecehkan Sejarah Korea
Selasa, 19 Mei 2026 - 12:26 WIB
JAKARTA - Penayangan episode 11 drama Korea Perfect Crown menuai kontroversi. Dalam episode tersebut pemeran utama pria Ian, yang diperankan oleh Byeon Woo Seok , akhirnya memutuskan untuk naik tahta demi mendapatkan kekuasaan yang cukup untuk melindungi wanita yang dicintainya.

Dikutip Kbizoom, adegan penobatan yang ditampilkan dalam Episode 11 dengan cepat menjadi pusat kontroversi. Penonton mengkritik apa yang mereka gambarkan sebagai ketidakakuratan besar yang melibatkan tradisi kerajaan, simbolisme nasional, dan kesadaran sejarah. Pada 16 Mei, Chosun Ilbo mengumpulkan beberapa contoh adegan yang diperdebatkan dalam drama tersebut.

Salah satu poin kritik terbesar melibatkan nyanyian upacara yang digunakan selama penobatan Ian. Alih-alih meneriakkan "manse," sebuah frasa yang melambangkan negara berdaulat yang merdeka, drama tersebut menggunakan istilah "cheonse," yang secara historis dikaitkan dengan negara bawahan atau negara yang tunduk.

Baca Juga : 100 Kali Gagal Audisi, Byeon Woo Seok Kini Jadi Bintang Lewat 'Perfect Crown'

Penonton juga menunjukkan bahwa mahkota kerajaan Ian berisi sembilan untaian manik-manik, simbol lain yang secara historis terhubung dengan kerajaan bawahan. Sebaliknya, kaisar dari negara yang sepenuhnya merdeka secara tradisional mengenakan mahkota dengan dua belas untaian manik-manik.

Adegan lain yang melibatkan pemeran utama wanita Seong Hui Ju, yang diperankan oleh IU, juga memicu kritik. Penonton berpendapat bahwa adegan upacara minum teh dengan Ibu Suri tampak sangat dipengaruhi oleh ritual minum teh ala Tiongkok daripada adat istiadat kerajaan Korea.

Netizen juga memperhatikan beberapa properti yang diduga berasal dari produk Tiongkok yang murah. Ibu Suri terlihat menggunakan pena yang dilaporkan dijual oleh perusahaan Tiongkok Jinhao seharga sekitar 10.000 won.

Baca Juga : 5 Drama Korea Kontroversial tapi Ratingnya Malah Melejit

Sementara itu, set teh yang digunakan dalam drama tersebut diduga ditemukan di platform e-commerce Tiongkok dengan harga sekitar 126 yuan. Banyak penonton mengkritik tim produksi karena kurangnya perhatian terhadap detail, dengan alasan bahwa anggota keluarga kerajaan Korea fiktif yang menggunakan properti impor murah merusak kredibilitas drama tersebut.

Kontroversi semakin intensif karena serial ini berlatar di realitas alternatif di mana Korea tetap menjadi monarki konstitusional dan tidak pernah menjadi bagian dari negara lain. Beberapa penonton berpendapat bahwa penggambaran kerajaan fiktif dengan simbolisme yang terkait dengan negara bawahan secara efektif merusak martabat nasional Korea.

Salah satu penonton berkomentar, “Ini adalah penyutradaraan berbahaya yang dapat menyebarkan persepsi sejarah yang menyimpang dan membuat penonton salah memahami sejarah Korea sebagai sejarah negara yang terjajah.”

Menurut laporan, beberapa penonton telah mengajukan pengaduan resmi kepada Komisi Standar Komunikasi Korea, dengan mengutip Pasal 25 peraturan penyiaran, yang menyatakan bahwa program tidak boleh merusak martabat atau kebanggaan nasional. Para pengadu dilaporkan menuntut tindakan tegas terhadap drama tersebut atas dugaan ketidakakuratan sejarahnya.
(wur)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Tinggalkan Karakter...
Tinggalkan Karakter Garang, Kim Mu Yeol Bertransformasi Jadi Dokter Hangat di First Doctor
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Teach You a Lesson Sukses...
Teach You a Lesson Sukses Besar di Netflix Korea, Kim Moo-yul Curi Perhatian Penonton
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
Rekomendasi 6 Drama...
Rekomendasi 6 Drama Korea yang Paling Seru Ditonton Ulang, Bikin Susah Move On