JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama CEO Danantara Rosan Roeslani dan COO Danantara Dony Oskaria melakukan inspeksi mendadak ke Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa pagi. Kunjungan penting ini digelar secara tertutup bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi guna memantau stabilitas pasar modal domestik di tengah tren pelemahan Indeks Harga Saham Gangguan (IHSG).
"Jika kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia saat kita libur, ditambah sedikit koreksi tambahan hari ini, hasilnya memang sama dengan penurunan yang kita alami sekarang. Jadi, masih inline dengan tren pasar global," kata Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, saat memberikan penjelasan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Lanjutkan Pelemahan, IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 6.599 Jeffrey mengimbau kepada seluruh pelaku pasar agar tetap jernih dan tidak melakukan aksi jual panik (panic selling) akibat terpengaruh psikologis pasar. Otoritas bursa mengingatkan investor untuk selalu memperhatikan fundamental emiten, tetap tenang, dan menganalisis secara cermat strategi berinvestasi sesuai profil risiko masing-masing.
Pihak otoritas bursa juga membantah keras opini yang menyamakan situasi koreksi saat ini dengan kondisi keterpurukan pasar modal pada masa pandemi Covid-19 silam. Jeffrey menegaskan bahwa struktur pasar modal Indonesia saat ini jauh lebih kuat dan matang, yang dibuktikan dengan lonjakan basis investor domestik yang kini telah menembus angka 27 juta investor.
Kunjungan ini bertepatan dengan posisi IHSG yang kembali tertekan di zona merah sejak pembukaan perdagangan. Pada pukul 09.25 WIB, indeks terpantau merosot 0,35 persen ke level 6.576,07, dengan statistik menunjukkan 261 saham bergerak menguat, 197 saham melemah, dan 501 saham stagnan.
Kejatuhan pagi ini memperpanjang rapor merah dari sesi perdagangan hari sebelumnya, Senin (18/5), di mana IHSG ambrol hingga 1,85 persen atau terpangkas 124,07 poin menuju level 6.599,24. Data dari IDX Mobile mencatat dominasi aksi jual yang masif dengan 616 saham terpuruk di zona merah dan nilai transaksi harian yang gemuk mencapai Rp20,70 triliun.
Baca Juga: IHSG Pekan Depan Diprediksi Koreksi ke 6.510, Tertekan Rebalancing MSCI Koreksi tajam di pasar saham domestik tersebut sejalan dengan pelemahan di sejumlah bursa utama kawasan Asia Pasifik. Bursa China (SSE Composite) terkikis 0,09 persen dan bursa Jepang (Nikkei 225) anjlok 0,97 persen, sementara pada pekan lalu IHSG sempat mencatatkan kinerja terlemah di regional setelah anjlok 3,53 persen.
Meskipun pasar saat ini dikepung oleh berbagai faktor ketidakpastian mulai dari volatilitas harga komoditas global, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, hingga fluktuasi nilai tukar Rupiah, BEI menjamin seluruh sistem infrastruktur transaksi perdagangan tetap beroperasi secara normal, teratur, wajar, dan efisien sesuai mekanisme pasar.
(nng)