JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tajam pada penutupan perdagangan sesi siang, Selasa (19/5), dengan penurunan lebih dari 3%. Tekanan jual yang masif mendorong indeks jatuh hingga ke bawah level psikologis 6.500.
IHSG ditutup melemah 3,08% ke posisi 6.396 setelah sepanjang perdagangan bergerak di zona merah sejak pembukaan. Pada awal sesi, indeks sempat berada di level 6.599 sebelum menyentuh level tertinggi 6.635 dan terendah 6.376. Aktivitas perdagangan tercatat tinggi dengan volume mencapai 26 miliar lembar saham dan nilai transaksi sekitar Rp15,1 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,5 juta kali transaksi.
Baca Juga: Lanjutkan Pelemahan, IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 6.599 Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 639 emiten mengalami pelemahan, hanya 103 saham menguat, dan 217 lainnya stagnan, mencerminkan dominasi tekanan jual di pasar. Kapitalisasi pasar tercatat menyusut ke kisaran Rp11,1 triliun seiring koreksi indeks yang terjadi secara luas di hampir seluruh sektor.
Di tengah tekanan tersebut, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan, di antaranya Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) yang melonjak 20,33%, diikuti Perdana Bangun Perkasa (KONI) naik 14,53%, serta Bersama Zatta Jaya (ZATA) menguat 12,00%.
Sebaliknya, tekanan terbesar terjadi pada saham-saham seperti Island Concepts Indonesia (ICON) yang turun 14,97%, Dafam Property Indonesia (DFAM) melemah 14,96%, serta Abadi Lestari Indonesia (RLCO) yang turun 14,91%.
Baca Juga: Dasco dan Bos Danantara Sidak ke BEI saat IHSG Terpuruk, Ini Hasilnya Secara sektoral, seluruh sektor berada di zona merah, dengan sektor bahan baku menjadi penekan utama setelah anjlok 7,26%, diikuti sektor energi turun 6,47% dan sektor transportasi melemah 5,97%. Sektor lainnya seperti industri, siklikal, non-siklikal, properti, keuangan, infrastruktur, teknologi, dan kesehatan juga mencatatkan pelemahan.
(nng)