JAKARTA - Polemik antara
Rien Wartia Trigina dan eks ART bernama Herawati masih berlanjut. Setelah Herawati mengaku bersedia damai dalam RDPU Komisi III DPR RI beberapa waktu lalu, namun Erin justru berbeda.
Pada konferensi pers yang digelar Rabu (20/5/2026), Erin menegaskan belum membuka peluang damai dengan mantan asisten rumah tangganya tersebut. Erin merasa nama baiknya sudah terlanjur rusak akibat berbagai tuduhan yang viral di media sosial.
“Nama baik saya sudah rusak apalagi dengan fitnahan seperti ini,” ujar Erin.
Bahkan Erin juga mengaku jika banyak orang di sekitarnya yang ikut memandang negatif setelah tuduhan tersebut ramai diperbincangkan publik.
“Teman-teman saya semua jadi menilai saya, ‘wah Erin kok begitu ya’,” lanjutnya.
Karena itu, Erin memilih membawa persoalan ini ke jalur hukum dan tidak ingin menyelesaikannya lewat permintaan maaf semata. Menurut Erin, menerima perdamaian saat ini justru akan membuat publik menganggap dirinya mengakui seluruh tuduhan tersebut.
Baca Juga : Sentil Dieke Diah Pitaloka, Erin Minta DPR Periksa Psikologis Eks ART “Saya pokoknya sampai hukum. Kalau saya oke minta maaf berarti saya mengakui dong kalau saya melakukan hal ini. Enggak dong,” katanya.
Ia juga berharap proses hukum bisa memberi efek jera terhadap pihak-pihak yang dianggap menyebarkan fitnah. Dalam konferensi pers itu, Erin juga menyebut mantan ART-nya sebagai sosok yang problematik.
Ia pun menduga bahwa ada motif lain di balik Hera melakukan tudingan tersebut.
“Karena dia problematik kan, jadi memang saya suka tegur. Ya mungkin dari situ dia sakit hati atau gimana akhirnya dia bikin fitnah seperti ini. Mungkin bisa diduga seperti itu, untuk menjatuhkan saya,” pungkasnya.
Erin Wartia juga berencana melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR RI terkait polemik perseteruannya dengan mantan ART bernama Herawati. Hal ini diungkap Erin dan tim kuasa hukumnya saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat pada Rabu (20/5/2026).
Baca Juga : Erin Wartia Trauma Cari ART Baru Usai Polemik dengan Eks Asisten Rumah Tangga Langkah ini diambil untuk mengimbangi aduan yang lebih dulu disampaikan Herawati ke DPR. Pihak Erin merasa memiliki hak yang sama sebagai Warga Negara Indonesia.
“Ini dalam waktu dekat kami mungkin juga akan RDP ke DPR untuk mengimbangi pemberitaan dari Hera atau pengaduan dari Hera ke DPR,” ujar kuasa hukum Erin.
Selain itu, pihak Erin juga mengaku ingin menyampaikan versi mereka secara langsung beserta bukti-bukti yang dimiliki. Tujuannya agar DPR mendengar keterangan dari kedua belah pihak.
“Dan saya akan kasih bukti-buktinya supaya bisa didengar dari dua pihak ya. Karena yang diberitakan ini kan hanya dari sisinya Hera gitu,” lanjutnya.
Tak hanya DPR, pihak Erin juga berencana menyurati Komnas HAM dan Komnas Perempuan terkait kasus ini.
“Tapi di satu sisi kita juga akan menyampaikan keterangan dari pihak Bu Eerin ke DPR dan mungkin juga kami akan bersurat ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan,” ujar kuasa hukum.
Sementara itu, Erin hingga saat ini masih enggan berdamai dengan Herawati. Ia merasa nama baiknya telah dicemarkan dan sangat dirugikan.
Hal itu disampaikan meski sebelumnya Herawati sudah menyatakan siap berdamai dan memberikan beberapa syarat kepada Erin. Di antaranya adalah memberikan hak (gaji) dan juga mengembalikan barang-barang miliknya yang masih berada di rumah Erin.
(wur)