floating-Harkitnas 2026 Jadi...
Harkitnas 2026 Jadi Alarm Ancaman Generasi Muda, dari AI hingga Judi Online
Harkitnas 2026 Jadi...
Harkitnas 2026 Jadi Alarm Ancaman Generasi Muda, dari AI hingga Judi Online
Kamis, 21 Mei 2026 - 13:57 WIB
JAKARTA - Tema Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” dinilai menjadi pengingat penting atas ancaman serius yang kini dihadapi generasi muda Indonesia. Tantangan anak muda saat ini disebut semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, perang informasi, kecanduan digital, judi online, narkoba, hingga persaingan global berbasis kecerdasan artifisial (AI).

Hal itu disampaikan Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris saat kunjungan kerja di Kepulauan Seribu, Rabu (20/5/2026). Menurutnya, menjaga tunas bangsa saat ini tidak lagi sekadar memastikan anak-anak tumbuh sehat dan memperoleh pendidikan, tetapi juga memastikan mereka memiliki ketahanan mental, daya saing, kemampuan digital, dan karakter kebangsaan yang kuat.

“Hari ini tantangan generasi muda jauh lebih berat dan kompleks. Mereka menghadapi disrupsi teknologi, perang informasi, ancaman narkoba, judi online, krisis moral, hingga kompetisi global berbasis kecerdasan artifisial,” ujarnya.

Baca juga: Komdigi Siapkan Roadmap AI, Pesantren Didorong Jadi Jangkar Moral Sosial

Ia menilai semangat kebangkitan nasional saat ini harus dimaknai sebagai kebangkitan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Jika dahulu kebangkitan dimulai melalui pendidikan dan kesadaran kebangsaan, maka saat ini kebangkitan harus diwujudkan lewat penguasaan teknologi, inovasi, serta penguatan karakter bangsa.

Bonus demografi yang dimiliki Indonesia juga disebut dapat berubah menjadi ancaman apabila tidak diiringi investasi serius pada pendidikan, literasi digital, dan pengembangan keterampilan masa depan. Karena itu, sistem pendidikan dinilai harus berubah dari budaya hafalan menuju pola berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

“Generasi muda kita tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus menjadi pencipta teknologi dan solusi,” katanya.

Selain pendidikan, ancaman kesehatan mental generasi muda akibat tekanan media sosial dan ruang digital yang tidak sehat juga menjadi perhatian. Literasi digital dan etika bermedia dinilai harus menjadi gerakan nasional yang terintegrasi dengan penguatan kesehatan mental anak dan remaja.

Penguasaan teknologi dan AI juga disebut menjadi kebutuhan mendesak mengingat masa depan dunia kerja akan sangat dipengaruhi otomatisasi dan kecerdasan buatan. Generasi muda Indonesia dinilai perlu dipersiapkan melalui pendidikan STEM, pelatihan digital, hingga program reskilling dan upskilling.

Di tengah derasnya arus globalisasi digital, penguatan nilai kebangsaan dan nasionalisme juga dianggap penting untuk menjaga persatuan bangsa. Kedaulatan negara saat ini dinilai tidak hanya menyangkut wilayah, tetapi juga budaya, informasi, dan ideologi.

Selain itu, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat didorong menghadirkan lebih banyak ruang kreatif bagi anak muda, mulai dari inkubator bisnis, pusat inovasi digital, pelatihan vokasi, hingga akses pembiayaan usaha agar potensi generasi muda berkembang maksimal. “Anak muda Indonesia harus diberi ruang untuk gagal, belajar, mencoba, dan tumbuh menjadi inovator,” ujarnya.

Ancaman destruktif seperti narkoba, judi online, kekerasan seksual, perdagangan orang, dan kejahatan digital juga disebut harus menjadi prioritas nasional karena dinilai mengancam masa depan generasi bangsa. Di sisi lain, pemerataan pembangunan bagi generasi muda di wilayah kepulauan, pesisir, dan daerah tertinggal disebut menjadi kunci agar bonus demografi benar-benar menjadi kekuatan nasional.

Pemerataan akses pendidikan, internet, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi dinilai harus menjadi prioritas pemerintah. “Kebangkitan nasional hari ini dimulai dari bagaimana kita menjaga dan menyiapkan generasi muda Indonesia. Karena merekalah yang akan menentukan apakah Indonesia hanya menjadi penonton perubahan dunia atau menjadi bangsa besar yang memimpin perubahan,” pungkasnya.
(rca)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?