JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (22/5/2026) pagi ke level 6.065. Tekanan jual yang kuat sejak awal sesi mendorong indeks terus bergerak di zona merah.
Pada awal perdagangan, IHSG tercatat turun 0,48% sebelum memperdalam pelemahan menjadi 1,93% ke level 5.977 dalam satu menit pertama. Sebanyak 86 saham menguat, sementara 467 saham melemah dan 406 saham lainnya stagnan, mencerminkan dominasi tekanan di pasar.
Baca Juga: IHSG Ambrol 2,75% ke 6.144, Terburuk di Emerging Market Asia Nilai transaksi pada awal perdagangan tercatat mencapai Rp803 miliar dengan volume 1,5 miliar lembar saham. Aktivitas ini menunjukkan tingginya aksi jual di berbagai sektor.
Sejalan dengan IHSG, sejumlah indeks saham unggulan juga mengalami pelemahan. Indeks LQ45 turun 1,98% ke level 604, indeks JII melemah 2,81% ke 370, indeks MNC36 turun 1,92% ke 269, serta IDX30 terkoreksi 1,81% ke level 345.
Dari sisi sektoral, seluruh sektor saham berada di zona merah, mulai dari energi, konsumer non siklikal, keuangan, properti, transportasi, hingga teknologi dan kesehatan.
Di tengah tekanan tersebut, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan dan masuk dalam daftar top gainers, antara lain PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIIF), PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO), dan PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL).
Baca Juga: IHSG Makin Parah usai Ambruk 3,54%, Hari Ini Berakhir Pulang Kampung ke 6.000-an Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan terdalam atau top losers di antaranya PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN), serta PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA).
(nng)