PIURA - Seorang wali kota di Peru
ditembak mati oleh pembunuh bayaran saat dalam perjalanan menuju kantornya di wilayah utara negara itu. Pembunuhan ini terjadi di tengah lonjakan kejahatan yang mendominasi persaingan pemilihan presiden yang tegang.
Menurut laporan
AFP, Jumat (22/5/2026), Victor Febre (44), Wali Kota dari distrik Veinteseis de Octubre di wilayah Piura, adalah pejabat kota ketiga yang ditembak mati oleh geng kriminal terorganisasi sejak awal tahun.
Video yang dirilis oleh media lokal menunjukkan para penyerang, dengan wajah tertutup helm, melarikan diri dengan sepeda motor setelah, menurut kantor kejaksaan, memberondong sang wali kota dengan peluru saat dia menuju kantornya pada hari Kamis.
Baca Juga: Penembakan Guncang Masjid Terbesar San Diego AS, 5 Tewas, Termasuk 2 Tersangka Media lokal melaporkan Febre meninggal saat dibawa ke pusat medis. Investigasi atas pembunuhan tersebut telah diluncurkan.
Peru sedang mengalami krisis keamanan terburuk sejak konflik berdarah antara tahun 1980 hingga 2000 yang mempertentangkan negara dengan gerilyawan Maois.
Wilayah Piura yang berbatasan dengan Ekuador adalah salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak lonjakan kejahatan terorganisasi dan pembunuhan berencana.
Dari tahun 2018 hingga 2025, jumlah pembunuhan yang dilaporkan meningkat dari 1.000 menjadi 2.600 per tahun, sementara kasus pemerasan yang dilaporkan melonjak lebih dari delapan kali lipat menjadi 26.500.
Calon presiden sayap kanan, Keiko Fujimori, yang memimpin putaran pertama pemilihan presiden pada 12 April, telah menjanjikan pendekatan "tangan besi" terhadap keamanan jika terpilih.
Saingannya, mantan menteri sayap kiri Roberto Sanchez, telah mengusulkan reformasi konstitusional untuk mendukung angkatan bersenjata dalam memerangi kejahatan.
(mas)