JAKARTA - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang secara resmi memperkuat posisinya di panggung internasional melalui rangkaian agenda promosi investasi strategis di Tokyo, Jepang. Langkah ini direalisasikan lewat partisipasi aktif dalam Investment Business Forum Indonesia – Japan guna memperkenalkan potensi kawasan serta memikat minat para pelaku industri global pada sektor teknologi tinggi (high-tech industry).
"Visi Proyek Strategis Nasional ini melampaui konsep kawasan industri konvensional," ujar Head of Industrial Sales KEK Industropolis Batang Irma Sefrinta dalam keterangan resmi, Minggu (24/5/2026).
Baca Juga: KEK Industropolis Batang Berhasil Gaet Investasi Rp22,5 Triliun Ia menegaskan bahwa KEK Industropolis Batang berkomitmen penuh mentransformasikan wilayahnya menjadi pusat inovasi berkelanjutan, yang secara khusus membidik sektor masa depan seperti ekosistem kendaraan listrik (EV ecosystem), peralatan medis, elektronik, hingga energi terbarukan.
Selain menghadiri forum bisnis, manajemen KEK Industropolis Batang juga melaksanakan kunjungan komparatif ke Tsukuba Science City guna mengadopsi standar internasional kawasan industri masa depan. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengkaji keberhasilan integrasi antara kawasan industri, pusat riset, dan lingkungan hunian berkualitas tinggi demi mendukung daya tarik serta retensi talenta terampil, seperti para insinyur dan peneliti.
Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang Indri Septa Respati menyatakan keunggulan kompetitif utama kawasan ini terletak pada kesiapan infrastruktur dan ekosistem terpadu. Kawasan ini mengintegrasikan tiga sektor utama sekaligus, yaitu industri dan pemrosesan, logistik dan distribusi, serta pariwisata guna memastikan efisiensi operasional tertinggi bagi rantai pasok global di Asia Tenggara.
Aktivitas promosi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah, salah satunya melalui Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo. Direktur Promosi IIPC Tokyo Cahyo Purnomo menegaskan bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang telah terjalin kuat selama lebih dari enam dekade, di mana Jepang secara konsisten menjadi salah satu mitra dagang terbesar sekaligus investor paling tepercaya bagi Indonesia.
Baca Juga: KEK Industropolis Batang Catat Investasi Rp456,76 Miliar di Awal Kuartal IV-2025 Berdasarkan data investasi, pada tahun 2025 realisasi investasi langsung (Foreign Direct Investment/FDI) Jepang ke Indonesia mencapai 3,12 miliar dolar AS, sehingga total investasi dalam lima tahun terakhir melampaui 18 miliar dolar AS. Tren positif ini berlanjut pada kuartal pertama tahun 2026, di mana investasi langsung ke Indonesia tercatat mencapai 30,2 miliar dolar AS atau tumbuh sebesar 18,9 persen secara tahunan (year-on-year).
Cahyo menambahkan di bawah visi menuju Indonesia Emas 2045, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7 hingga 8 persen yang membutuhkan dukungan investasi baru sekitar 814,4 dipandang miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan. Momentum pertumbuhan yang resilien ini dinilai menjadi peluang strategis bagi pelaku industri teknologi tinggi Jepang untuk memperluas ekspansi di Indonesia.
Forum bisnis yang diselenggarakan di Bellesalle Kanda, Tokyo ini merupakan hasil kolaborasi bersama KBRI Tokyo, Bank Indonesia (BI) Tokyo, IIPC Tokyo (BKPM), dan JETRO. Sinergi ini diharapkan dapat mendorong pelaku industri teknologi tinggi Jepang untuk memperluas kolaborasi di Indonesia, bergerak dari sekadar kemitraan bisnis konvensional menuju penciptaan bersama (genuine co-creation) yang berkelanjutan.
(nng)