floating-Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Minggu, 24 Mei 2026 - 23:44 WIB
KEBERANIAN ditunjukkan Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) Soegito saat menjalankan operasi militer di Timor Timur pada 1975 silam. Jenderal Kopassus ini bahkan pernah meminta anak buahnya memberondong dirinya dengan tembakan apabila negosiasi dengan kelompok pemberontak Fretilin gagal dilakukan.

Dihimpun dari berbagai sumber, Soegito kala itu ditunjuk sebagai pemimpin penerjunan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Kota Dili pada 7 Desember 1975 dalam Operasi Seroja.

Baca juga: Kisah Letnan Jenderal TNI (Purn) Soegito, Jual Sepeda dan Palsukan Tanda Tangan Bapaknya demi Masuk Akmil

Dalam operasi tersebut, pasukan yang dipimpin Soegito berhasil memukul mundur kelompok bersenjata Fretilin hingga Kota Dili dapat dikuasai sepenuhnya. Sejak saat itu, nama Soegito dikenal dan disegani lawan-lawannya.

Di tengah konflik yang masih berlangsung, muncul kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Fretilin dan ingin berdamai dengan ABRI. Kelompok tersebut dipimpin Paolino Gamma alias Mauk Muruk.

Mauk Muruk bersama pasukannya memilih turun gunung dan menyerahkan senjata kepada ABRI. Namun, situasi pertemuan antara pasukan Mauk Muruk dan prajurit yang dipimpin Soegito berlangsung menegangkan.

Pasalnya, kelompok bersenjata tersebut masih membawa senjata lengkap dan enggan dilucuti sebelum proses perdamaian benar-benar disepakati.

Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Soegito Perintahkan Luhut Pandjaitan Cari Makanan saat Peristiwa Malari

Membaca situasi yang rawan, Soegito kemudian memberi instruksi khusus kepada bawahannya, Sersan Satu (Sertu) Pardi.

“Kalau terjadi apa-apa, kamu hamburkan tembakan ke tempat duduk saya,” perintah Soegito.

Mendengar instruksi itu, Sertu Pardi sempat kebingungan dan bertanya, “Bagaimana kalau Bapak kena?”

Namun, Soegito kembali menegaskan perintahnya.

“Tidak peduli, tembak, habiskan saja,” ujarnya.

Setelah proses negosiasi berlangsung, pasukan ABRI kemudian melakukan pemeriksaan terhadap senjata yang diserahkan kelompok Mauk Muruk.

Soegito juga meminta Mauk Muruk mengajak kelompok-kelompok bersenjata lainnya untuk turun gunung dan menyerahkan senjata demi menghentikan konflik di Timor Timur.
(shf)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Oditur Militer Minta...
Oditur Militer Minta Majelis Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Ini Hal yang Memberatkan...
Ini Hal yang Memberatkan dan Meringankan 3 Anggota Kopassus Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank
3 Anggota Kopassus Dituntut...
3 Anggota Kopassus Dituntut 4 hingga 12 Tahun Penjara di Kasus Pembunuhan Kacab Bank