JAKARTA - Putra musisi legendaris Deddy Dores,
Calvin Dores , belakangan menjadi perhatian publik setelah mengunggah pernyataan mengejutkan di media sosial. Dalam unggahan tersebut, Calvin mengaku sempat berniat menjual bola matanya demi membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Namun, postingan itu tak bertahan lama karena segera dihapus olehnya.
Kepada awak media, Calvin akhirnya menjelaskan alasan di balik penghapusan unggahan tersebut. Rupanya, sang anak sempat melihat postingan itu di Instagram.
“Postingan itu udah gue hapus setelah 7 menit di-upload. Kenapa gue hapus, anak gue baca soalnya. Kan temenan sama gue di IG anak gue. Dia ngelihat, ‘Yah kenapa mau jual mata?’, waduh ketahuan lagi,” ujar Calvin Dores di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Baca Juga : Putra Musisi Deddy Dores Bongkar Kondisi Ekonomi Keluarga, Anak Sampai Tak Bisa Jajan Calvin mengaku tidak ingin unggahan tersebut memengaruhi kondisi psikologis anaknya hingga berdampak pada tumbuh kembangnya di masa depan.
Ia juga menjelaskan bahwa keinginan nekat itu muncul karena dirinya tidak memahami aturan hukum terkait donor organ di Indonesia. Calvin baru mengetahui hal tersebut setelah mendapat penjelasan dari rekan-rekannya sesama artis.
“Ternyata nggak boleh kata temen-temen... temen-temen artis pada bilang itu ada hukumnya, nggak boleh. Dan kalau bisa pun, lu-nya udah nggak ada... udah meninggal. Udah meninggal itu pun didonorin tuh ke orang. Gue nggak tahu lah, gue mah orang bodoh gitu mah kan kasarannya,” tuturnya.
Calvin mengatakan kondisi ekonominya saat ini memang sedang sulit. Ia mengaku sudah tidak memiliki aset yang bisa dijadikan modal untuk memulai usaha baru.
Baca Juga : Anak Deddy Dores Lelang Gitar Kesayangan Sang Ayah Demi Pengobatan Ibunya “Gue nggak bisa kalau untuk memulai usaha kan harus ada modal. Modal gue dari mana? Rumah udah nggak ada, mobil apalagi, gitu ya. Semua udah nggak ada emang,” katanya.
Kini, Calvin hanya bisa berharap ada jalan keluar dan keajaiban untuk keluarganya. Sebagai kepala keluarga, ia mengaku memikirkan nasib orang-orang yang bergantung kepadanya.
“Gimana sih posisi seorang tulang punggung keluarga, sebagai kakak, sebagai ayah gitu. Terus... seorang anak, sebagai seorang ayah yang berpikir bukan buat dirinya sendiri. Buat keluarga,” tutup Calvin.“Gimana sih posisi seorang tulang punggung keluarga, sebagai kakak, sebagai ayah gitu. Terus... seorang anak, sebagai seorang ayah yang berpikir bukan buat dirinya sendiri. Buat keluarga,” tutup Calvin.
(wur)