JAKARTA - Nama Analis Kebijakan Madya Bidang Eksus
Bareskrim Polri Kombes Pol Muhammad Arsal Sahban masuk dalam tiga besar diajang Hoegeng Awards 2026 untuk kategori Polisi Berintegritas. Kategori yang oleh para juri disebut sebagai yang paling sulit, berlapis verifikasinya, dan paling bergengsi dalam ajang ini.
Sebab dalam kategori ini, rekam jejak kandidta harus ditelusuri secara menyeluruh dan berlapis, mulai dari kewajaran laporan keuangan LHKPN, ada tidaknya konflik kepentingan dalam pelaksanaan tugas, gaya hidup, hingga konfirmasi silang dari berbagai sumber independen. Kategori ini, menurut para juri, akan menjadi wajah utama Polri di hadapan masyarakat.
Masuknya nama Kombes Pol Muhammad Arsal ini bukan tanpa alasan. Dia dinilai berhasil dalam menjalankan tugasnya selama menjabat sebagai Kapolres Lumajang.
Baca juga: Daftar Lengkap 108 Perwira yang Dimutasi Kapolri Mei 2026, Ada AKBP hingga Komjen Pol Lumajang kala itu sudah dikenal luas di Jawa Timur sebagai “kota begal.” Angka kriminalitas tinggi, kepercayaan masyarakat pada aparat rendah, dan ketakutan berkendara malam hari sudah menjadi bagian keseharian warga.
Menyikapi situasi tersebut, Arsal bergerak cepat dengan membentuk unit khusus yang diberi nama Tim Cobra. Tugasnya fokus pada tiga masalah utama yakni, begal, pencurian sapi, dan tambang pasir ilegal. Tidak lama, nama Tim Cobra menjadi momok bagi para pelaku kejahatan di seluruh kabupaten.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kejahatan yang dilaporkan di wilayah Polres Jawa Timur, angka kriminalitas Kabupaten Lumajang mencatat titik terendahnya tepat di 2019 saat Kombes Pol Muhammad Arsal masih menjabat.
Lihat video: BREAKING! REFORMASI POLRI! Jimly Asshiddiqie: Kompolnas Bakal Diperkuat, Kapolri Tetap Lewat DPR
Sebelum 2018, angka kejahatan mencapai 522 kasus per tahun. Namun saat Kombes Pol Muhammad Arsal angkanya menurun menjadi 312 per tahun dengan penyelesaian kasus mencapai 88,46%. Angka kejahatan kembali melonjak hingga mencapai 1.378 kasus per tahun usai dia tak lagi menjabat Kapolres Lumajang.
Di luar tugasnya sebagai perwira aktif, Arsal Sahban menjalani kehidupan akademik yang serius. Ia adalah dosen tetap STIK-PTIK dengan pangkat akademik Lektor — gelar yang diakui dan dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Ini bukan sekadar jabatan fungsional internal; ini pengakuan negara atas kapasitas keilmuannya.
Sebagai akademisi, ia tidak berhenti belajar. Pada Desember 2025, Arsal Sahban menyelesaikan pendidikan kepemimpinan tertinggi Polri di Sespimti — bukan sebagai pengajar, melainkan sebagai peserta didik.
Saat mengikuti pendidikan Sespimti, dia mendapat penghargaan Naskah Strategis (Nastrap) terbaik, Sespimti Polri Dikreg 34 Gelombang 2 yang berjudul “Ancaman Baru di Balik Blockchain: Strategi Polri dalam Memitigasi Cyber Dependent Financial Crime demi Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional”
Dia meraih predikat lulusan terbaik bidang Sanyata Sumanasa Wira Aksara (Novelty). Penghargaan diserahkan langsung oleh Kalemdiklat Polri, Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana.
“Untuk memastikan penerima kategori Polisi Berintegritas memang betul-betul polisi yang berintegritas, perlu dilakukan pengecekan secara berlapis untuk memastikan integritasnya terjamin,” ujar Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 Gufron Mabruri.
(cip)