JAKARTA - Band legendaris
Slank siap menghadirkan penampilan berbeda saat tampil di
Jakarta International Java Jazz Festival 2026 . Dikenal lewat musik rock and roll dengan sentuhan blues, hard rock, pop rock hingga reggae, Slank kali ini berjanji membawa nuansa baru yang belum pernah mereka tampilkan sebelumnya di panggung festival jazz terbesar di Indonesia tersebut.
Band legendaris tanah air itu memastikan telah menyiapkan konsep khusus untuk penampilan mereka di festival musik tahunan tersebut, termasuk merombak sejumlah lagu agar terdengar lebih segar dan berbeda.
Vokalis Slank, Kaka, mengatakan penampilan kali ini akan menghadirkan sesuatu yang berbeda dibanding konsep yang pernah mereka bawakan sebelumnya.
Baca Juga : Konser HS Slank Malang Pecah, Puluhan Ribu Penonton Serbu Lapangan Rampal “Pokoknya kita kasih sesuatu yang orang belum pernah dengar. Yang waktu itu pun berbeda lagi konsepnya sama yang sekarang. Karena memang ada sebuah challenge yang membuat kita bikin sesuatu yang berbeda lagi,” kata Kaka dalam sesi konferensi pers Java Jazz 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, konsep penampilan kali ini tidak akan terlalu banyak menghadirkan kolaborasi. Namun, Slank akan melakukan aransemen ulang terhadap beberapa lagu mereka.
“Justru kolaborasinya nggak terlalu banyak, tapi kita ngerombak beberapa lagu,” ujarnya.
Kehadiran Slank di Java Jazz Festival 2026 menjadi salah satu penampilan yang paling dinantikan. Pasalnya, band yang identik dengan energi rock di atas panggung itu akan tampil di festival yang dikenal sebagai panggung musik jazz lintas genre.
Kaka menilai Java Jazz Festival tetap konsisten bertahan sebagai salah satu festival musik terbesar di Indonesia, dengan line-up yang terus berkembang serta antusiasme penonton yang tidak pernah surut.
Baca Juga : Dari Jazz Klasik hingga R&B, Java Jazz 2026 Sajikan Genre Lengkap “Ini Java Jazz Festival yang konsisten. Maksudnya ada beberapa festival yang sekarang pun udah nggak ada tapi Java Jazz masih ada dan peminatnya masih banyak, yang nonton masih ramai, ticket war-nya juga masih ngeri. Line up-nya juga berubah terus, inovasinya bagus,” katanya.
Menurut Kaka, meski membawa nama festival jazz, Java Jazz selama ini menjadi ruang terbuka bagi penikmat musik dari berbagai genre.
“Itu yang perlu digaris bawahi bahwa ini memang namanya Java Jazz Festival Jazz, tapi yang datang nonton semua genre datang, Gen Z datang,” ujarnya.
Slank dijadwalkan tampil pada Minggu, 31 Mei 2026. Penampilan ini juga menjadi momen spesial karena menjadi comeback mereka di Java Jazz setelah penantian panjang. Diketahui, Slank terakhir kali tampil di Jakarta International Java Jazz Festival pada 2009 silam.
“Kita udah nggak sabar main di Java Jazz karena butuh waktu 17 tahun untuk main lagi,” kata gitaris Slank, Ridho Hafiedz.
Java Jazz Festival 2026 akan menghadirkan sederet musisi lintas genre yang tampil selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Mei 2026 di NICE PIK 2. Sejumlah nama besar yang masuk line-up di antaranya Jon Batiste, Ella Mai, wave to earth, Daniel Caesar, Maliq & D'Essentials, Dave Koz and Friends Summer Horns, Earth, Wind & Fire Experience by Al McKay, hingga Yura Yunita.
(wur)