floating-Cedera Berat pada Lansia,...
Cedera Berat pada Lansia, Penanganan Tepat dan Cepat Kunci Keberhasilan Pengobatan
Cedera Berat pada Lansia,...
Cedera Berat pada Lansia, Penanganan Tepat dan Cepat Kunci Keberhasilan Pengobatan
Selasa, 26 Mei 2026 - 16:08 WIB
KUALA LUMPUR - Cedera berat pada lansia merupakan kondisi yang tidak dapat dibiarkan karena dapat membahayakan nyawa. Penanganan yang tepat dan cepat adalah kunci keberhasilan pengobatan cedera berat pada lansia.

Dokter spesialis ortopedi , Sunway Medical Centre (SMC), Sunway City, Kuala Lumpur, Jeffrey Jaya Raj mengatakan, penundaan penanganan dan intervensi yang tak tepat bisa membuat lansia yang mengalami cedera mengalami komplikasi. “Intervensi dini adalah kuncinya. Jika operasi ditunda, pasien mungkin tidak akan bisa berjalan lagi, dan itu dapat memicu berbagai komplikasi lainnya,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026). Baca juga: Heboh Pengobatan Ida Dayak, Dokter Ortopedi Ingatkan Pentingnya Pemeriksaan Fisik

Jeffrey membahas penanganan kasus neck of femur fracture, yaitu cedera serius pada bagian pinggul yang dialami seorang lansia berusia 102 tahun di SMC. Ia menangani kasus tersebut bersama tim dokter geriatri, anestesi, dan rehabilitasi medis. Menurut tim dokter, operasi cepat menjadi langkah penting agar pasien dapat kembali bergerak dan menghindari komplikasi serius akibat terlalu lama berbaring.

Pasien yang akrab disapa Popo tersebut dikenal sebagai wanita paruh baya yang aktif dan biasa menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri, bahkan membantu menjalankan usaha keluarga. Ia tiba-tiba dilarikan ke UGD di SMC karena sempat terjatuh hingga Ia mengalami cedera serius pada bagian pinggul yang umum terjadi pada lansia akibat kerapuhan tulang. “Pada usia lanjut, cedera seperti ini sering kali menjadi awal dari penurunan kondisi fisik secara drastis,” lanjutnya.

Kasus tersebut langsung ditangani melalui layanan Fracture Liaison Service (FLS), sebuah sistem perawatan multidisiplin khusus pasien patah tulang lansia yang dimiliki Sunway Medical Centre. Layanan ini membantu mempercepat proses evaluasi dan penanganan medis secara terkoordinasi.

Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah dirawat, Popo menjalani prosedur bipolar hemiarthroplasty, yaitu operasi penggantian sebagian sendi pinggul yang dirancang untuk meminimalkan waktu operasi dan mengurangi tekanan fisik pada tubuh pasien lansia.

Operasi dilakukan menggunakan anestesi regional dan spinal tanpa anestesi total guna mengurangi risiko komplikasi, dan berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar satu jam. Baca juga: Perbedaan Fisioterapi dan Ortopedi: Dua Profesi Medis yang Sering Disamakan

Hasilnya pun sangat cepat. Keesokan harinya atau 48 jam usai operasi, ia sudah dapat berdiri dan mulai melangkah dengan bantuan tim rehabilitasi. Pada usia 102 tahun, Popo tercatat sebagai pasien tertua yang menjalani operasi di SMC dan diyakini menjadi salah satu pasien operasi pinggul tertua di Asia Tenggara.

Jeffrey menegaskan keberhasilan pemulihan tidak hanya bergantung pada tindakan operasi, tetapi juga dukungan keluarga yang sangat kuat. Selama masa pemulihan, Popo didampingi keluarga yang terus memberikan semangat. “Kalau saya masih bisa berjalan, saya ingin melakukannya,” ujar Popo kepada keluarganya.
(poe)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Menjelang 75 Tahun,...
Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia