JAKARTA - Generasi muda Kalimantan Timur memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan
Ibu Kota Nusantara (IKN) agar tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru, tetapi juga tumbuh sebagai ibu kota politik yang partisipatif, representatif, inklusif, dan kolaboratif. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Youth Policy Dialogue yang diselenggarakan melalui program Suara Warga: Strengthening Youth Civic Influence and Democratic Resilience in East Kalimantan di Gedung Kemenko 4 OIKN, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program Suara Warga yang sebelumnya diawali melalui Workshop Digital Civic Space dan dilanjutkan dengan Youth Digital Campaign. Program ini merupakan kolaborasi antara Warga Muda, Gerbangtara, dan Forum Genre Kalimantan Timur dalam memperkuat partisipasi bermakna anak muda dalam demokrasi dan pembangunan daerah.
Baca juga: Bangun IKN, Gerbangtara Usulkan Perkuat SDM Sebagai Penunjang Infrastruktur Direktur Eksekutif Warga Muda I Putu Arya Aditia Utama menuturkan pembangunan IKN perlu diiringi dengan penguatan ruang partisipasi publik yang lebih bermakna bagi generasi muda.
“Warga Muda ingin mendorong adanya citizen committee di IKN sebagai ruang partisipasi yang lebih terstruktur bagi anak muda dan masyarakat sipil. Melalui Suara Warga, kami ingin memastikan suara anak muda tidak hanya ramai, tetapi juga memiliki pengaruh dalam pembangunan dan kebijakan,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Konsorsium Gerbangtara Aie Natasha mengatakan, anak muda Kalimantan Timur harus mampu beradaptasi dengan perubahan sosial-politik yang terjadi seiring pembangunan kawasan baru di Kalimantan Timur.
Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin mengapresiasi keterlibatan aktif generasi muda dalam ruang dialog kebijakan yang konstruktif. “Saya bangga melihat anak-anak muda yang kritis dan tidak mudah terbawa arus. Kalian yang ada di sini dan telah terpilih menjadi bagian dari Suara Warga telah membuktikan bahwa anak muda hanya butuh ruang dan kesempatan untuk dapat mengoptimalkan potensinya. IKN terbuka dengan gagasan kritis dan potensi-potensi tersebut,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta Suara Warga juga memaparkan dan menyerahkan policy brief yang telah disusun sebagai bentuk rekomendasi kebijakan berbasis perspektif anak muda terkait demokrasi partisipatif, ruang digital, serta pembangunan daerah di Kalimantan Timur.
Melalui program Suara Warga, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi mampu menjadi aktor yang aktif, kritis, dan terlibat langsung dalam membentuk masa depan demokrasi Indonesia dari Kalimantan Timur.
(jon)