floating-Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun
Rabu, 27 Mei 2026 - 09:50 WIB
JAKARTA - Harga minyak dunia diproyeksikan bertahan di atas USD100 per barel dalam beberapa tahun ke depan seiring berlanjutnya krisis di Selat Hormuz yang mengganggu pasokan global. Para analis memperingatkan kondisi ini dapat memicu ketidakpastian berkepanjangan di pasar energi dunia.

"Kami mungkin memasuki zona merah pada Juli atau Agustus jika tidak ada perbaikan situasi," ujar Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol dikutip dari CNBC, Rabu (27/6/2026).

Baca Juga: 10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?

Harga minyak sempat turun di bawah USD100 per barel pada awal pekan ini menyusul laporan potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, tren tersebut tidak bertahan lama karena kekhawatiran terhadap gangguan pasokan yang berkepanjangan masih mendominasi pasar.

Minyak mentah Brent dalam beberapa sesi terakhir diperdagangkan di kisaran USD106–USD108 per barel, lebih rendah dari puncak konflik yang mendekati USD126, tetapi masih sekitar 50% lebih tinggi dibandingkan level sebelum konflik di kisaran USD70.

Gangguan pasokan dinilai jauh lebih besar dari perkiraan awal. Firma investasi sumber daya alam Goehring & Rozencwajg memperkirakan sekitar 15 juta barel per hari pasokan minyak masih terganggu, atau sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan krisis minyak sebelumnya.

Sementara itu, World Bank mencatat penurunan pasokan global mencapai 10,1 juta barel per hari pada Maret, terbesar dalam sejarah. Lembaga tersebut memproyeksikan harga Brent rata-rata USD86 per barel pada 2026, namun dapat melonjak hingga USD115 dalam skenario risiko tinggi.

Analisis dari Brookings Institution menunjukkan cadangan sementara minyak global berpotensi habis pada pertengahan Juli, sehingga pasar harus menyesuaikan kekurangan pasokan sekitar 7,1 juta barel per hari.

Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Sampaikan Pesan Haji, Bersumpah Israel akan Diberantas

Perusahaan riset energi Wood Mackenzie memaparkan tiga skenario utama. Dalam skenario gangguan berkepanjangan, harga minyak Brent dapat mendekati USD200 per barel pada akhir 2026, meskipun permintaan global menurun signifikan.

Sebaliknya, dalam skenario perdamaian cepat, harga minyak diperkirakan turun ke kisaran USD80 pada akhir 2026 dan terus melemah hingga sekitar USD65 pada 2027 seiring kembali terjadinya kelebihan pasokan.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!