WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengancam akan menyerang
Oman meski negara Teluk tersebut merupakan sekutu Amerika. Dia mengatakan Amerika akan meledakkan negara itu jika berpihak pada Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Trump awalnya ditanya jurnalis apakah dia akan menerima kesepakatan jangka pendek untuk memungkinkan Iran dan negara Teluk mengendalikan jalur perairan penting tersebut.
Baca Juga: IRGC Klaim Perang dengan AS Tak Mungkin Terjadi Lagi "Tidak, selat itu akan terbuka untuk semua orang," kata Trump di sela-sela rapat kabinet di Gedung Putih pada hari Rabu.
"Ini perairan internasional dan Oman akan berperilaku seperti negara lain atau kita harus meledakkan mereka. Mereka mengerti itu, mereka akan baik-baik saja," ujarnya, yang dilansir
AFP, Kamis (28/6/2026).
Gedung Putih tidak segera merespons ditanya apakah Trump salah bicara dan bermaksud merujuk pada Iran daripada Oman.
Oman adalah sekutu utama AS yang telah mencoba menengahi perang Amerika-Israel melawan Iran di Timur Tengah. Negara tersebut juga sempat diserang Teheran.
Departemen Luar Negeri AS kemudian mengunggah klip dan transkrip komentar Trump tentang Oman, tanpa koreksi atau klarifikasi apa pun.
Presiden berusia 79 tahun itu sebelumnya tampak mencampuradukkan Iran dan Venezuela, dengan mengatakan bahwa negara Amerika Selatan itu—yang pemimpinnya, Nicolas Maduro, digulingkan oleh pasukan AS pada Januari—"tidak lagi memiliki Angkatan Laut, tidak lagi memiliki Angkatan Udara."
Trump telah berulang kali menggunakan ungkapan tersebut untuk merujuk pada Iran, yang diserang AS dan Israel pada 28 Februari.
Iran telah mengindikasikan bahwa mereka berupaya untuk menerapkan realitas baru di Selat Hormuz, yang biasanya dilalui seperlima minyak dunia, dengan mengenakan bea masuk pada kapal yang melintas dan membagi pendapatannya dengan Oman.
Trump semakin frustrasi karena pembicaraan untuk mengakhiri perang Timur Tengah dan membuka kembali selat tersebut tampaknya telah terhenti sekali lagi, hanya beberapa hari setelah dia mengatakan kesepakatan sudah dekat.
(mas)