JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan sejumlah kontraktor proyek Sekolah Rakyat tahap II menghadapi kendala arus kas yang berpotensi menghambat pembangunan. Pemerintah meminta Danantara dan perbankan Himbara untuk menjaga kelangsungan proyek.
"Untuk penyedia jasa yang mengalami kendala cash flow, kami sudah berkoordinasi dengan Danantara agar dapat dibantu oleh perbankan Himbara," ujar Dody dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga: Kejar Tahun Ajaran Baru, Sekolah Rakyat Tahap II Ditargetkan Fungsional Juli 2026 Pembangunan Sekolah Rakyat tahap II saat ini berlangsung di 93 lokasi di seluruh Indonesia. Hingga 25 Mei, progres fisik proyek tercatat mencapai 62,63%, sementara progres keuangan sebesar 41,76%.
Dody menegaskan, pemerintah berupaya memastikan tidak ada proyek yang terhenti akibat keterbatasan likuiditas kontraktor. Dukungan pembiayaan diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan sesuai target.
Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat tahap II dapat beroperasi secara fungsional pada Juli 2026 guna mendukung tahun ajaran baru. Untuk mengejar target tersebut, proyek ini telah menyerap sekitar 71.579 tenaga kerja.
Baca Juga: Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Jadi Sorotan, KPK Lakukan Kajian Selain dukungan pembiayaan, Kementerian PU juga melibatkan unsur TNI, khususnya Zeni TNI, untuk membantu percepatan pembangunan di lokasi yang mengalami keterlambatan. Langkah ini sekaligus memperkuat pengawasan agar proyek berjalan sesuai jadwal.
"Dari sisi tenaga kerja, kami akan melibatkan dukungan Zeni TNI pada titik-titik yang mengalami keterlambatan progres sehingga target penyelesaian tetap bisa dikejar," kata Dody.
Di sisi lain, pemerintah juga mulai menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat tahap III. Sejumlah proyek telah memasuki tahap lelang, sementara sebagian lainnya masih menunggu pemenuhan kriteria kesiapan, termasuk aspek lahan dan perizinan.
(nng)