floating-Jangan Tunggu Sirosis,...
Jangan Tunggu Sirosis, Dokter Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Hati Sejak Dini
Jangan Tunggu Sirosis,...
Jangan Tunggu Sirosis, Dokter Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Hati Sejak Dini
Selasa, 02 Juni 2026 - 13:30 WIB
JAKARTA - Hati merupakan salah satu organ paling vital dalam tubuh manusia yang memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan. Namun menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Prof. Dr. dr. David Handojo Muljono, Sp.PD, banyak masyarakat baru menyadari pentingnya menjaga kesehatan hati setelah organ tersebut mengalami kerusakan yang sulit diperbaiki seperti sirosis .

Hal itu diungkapkan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Prof. Dr. dr. David Handojo Muljono, Sp.PD dalam talkshow Hari Kesehatan Hati Sedunia 2026 di Kementerian Kesehatan pada Selasa (2/6/2026). Menurut Prof David, hati adalah “pabrik kimia” terbesar dalam tubuh manusia yang bekerja selama 24 jam setiap hari.

“Hati adalah pabrik kimia terbesar dalam tubuh manusia yang bekerja 24 jam tanpa henti,” ujar David.

Baca Juga : Kasus Sirosis di Indonesia Tinggi, Wamenkes: Transplantasi Hati Jadi Solusi Utama

Di mana hati memiliki setidaknya lima fungsi utama yang sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat. Fungsi pertama adalah detoksifikasi atau menetralisir zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

Fungsi kedua adalah mengatur metabolisme tubuh. Ketiga, hati juga bertugas memproduksi protein penting seperti albumin. Jika produksi albumin menurun, seseorang bisa mengalami pembengkakan pada kaki hingga penumpukan cairan di perut.

Keempat, hati menghasilkan faktor pembekuan darah yang membantu tubuh menghentikan perdarahan saat terjadi luka. Dan fungsi terakhir yang tak kalah penting adalah menjaga sistem imun tubuh dengan menangkap dan menghancurkan kuman maupun zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

Baca Juga : 3 Kebiasaan Buruk Penyebab Abses Hati, Salah Satunya Konsumsi Alkohol

Prof David pun menjelaskan bahwa sebagian besar penyakit hati berawal dari proses yang sama, yakni peradangan atau inflamasi. Peradangan tersebut bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi hepatitis, konsumsi alkohol berlebihan, perlemakan hati, penyakit autoimun, hingga gangguan metabolik.

Jika peradangan terus berlangsung, hati akan mengalami fibrosis atau pembentukan jaringan parut. Pada tahap ini, kerusakan masih berpotensi diperbaiki apabila penyebabnya segera ditangani.

Namun jika fibrosis terus berkembang, kondisi dapat berubah menjadi sirosis, yaitu kerusakan hati kronis yang menyebabkan fungsi organ tersebut mulai menurun.

“Sirosis ini adalah stadium lanjut di mana komplikasi sudah mulai terjadi,” kata Prof David.

Yang lebih mengkhawatirkan, sirosis juga dapat berkembang menjadi kanker hati atau hepatocellular carcinoma.

“Kalau sudah sirosis berat sampai kanker hati, umumnya tidak bisa menjadi normal,” tegasnya.

Untuk itu, ia menyarankan masyarakat menjaga pola makan, mengurangi konsumsi lemak berlebih, menghindari alkohol, dan melengkapi vaksinasi terutama Hepatitis B. Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan untuk mendeteksi gangguan hati sejak dini.

“Semakin dini kelainan ditemukan, semakin besar peluang kesembuhannya,” pungkas Prof David.
(wur)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Jangan Cuma Istri, Suami...
Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
Kasus DBD Anak Meningkat...
Kasus DBD Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala yang Wajib Diwaspadai
Dokter Ungkap Penyebab...
Dokter Ungkap Penyebab Bau Kaki yang Sebenarnya, Ternyata Bukan Karena Keringat
Dokter Jantung Ungkap...
Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang Meski Sudah Diet
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?