KYIV - Militer
Rusia meluncurkan serangan rudal dan drone ke seluruh Ukraina pada Selasa (2/6/2026). Sebanyak10 orang tewas danlebih dari 100 lainnya terluka.
Amuk militer Moskow ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Moskow sedang mempersiapkan serangan baru yang besar.
Baca Juga: Rumor Putin Gunakan Pemeran Ganda Muncul Lagi usai Wakil PM Rusia Salah Sebut Namanya Rusia telah membombardir Ukraina hampir setiap hari sejak melancarkan serangan pada tahun 2022, seringkali mengeklaim sebagai pembalasan atas serangan dari militer Kyiv.
Berbagai perundingan untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II ini tetap buntu.
Jurnalis
AFP di Ibu Kota Ukraina, Kyiv, melaporkan bahwa beberapa ledakan terdengar. Menurut otoritas setempat Rusia menyerang dengan rudal balistik, yang menyebabkan kebakaran dan memutus aliran listrik di beberapa distrik.
Di Kyiv, Wali Kota Vitali Klitschko mengatakan empat orang tewas dan setidaknya 58 orang, termasuk dua anak, terluka dalam serangan besar-besaran Rusia kali ini.
Sementara itu, serangan drone Ukraina menewaskan satu orang di wilayah Kursk Rusia, dekat perbatasan Ukraina, kata gubernur regional Alexander Khinshtein.
Serangan drone lainnya memicu kebakaran di kilang minyak di kota Krasnodar di barat daya, kata markas operasionalnya di Telegram.
Pada Jumat lalu, Zelensky mengatakan bahwa pihaknya memiliki informasi intelijen tentang Rusia yang sedang mempersiapkan serangan besar-besaran baru. Dia pun menyerukan kepada warga untuk "melindungi hidup Anda".
"Harap perhatikan peringatan udara, lindungi hidup Anda. Layanan kami bekerja secara efisien dan siap; Angkatan Udara dan para pembela langit kita lainnya akan bertugas 24/7, seperti biasa," paparnya.
Zelensky kembali menyerukan kepada sekutu-sekutu Ukraina untuk membiayai pasokan rudal pencegat Patriot, yang dapat mencegat rudal balistik Rusia.
Dia telah menulis surat kepada Presiden AS Donald Trump dan Kongres AS pekan lalu meminta pasokan rudal pencegat untuk sistem Patriot guna menanggapi serangan gencar Rusia.
Ukraina juga meningkatkan serangannya terhadap wilayah yang dididuki dan terhadap wilayah Rusia sebagai balasan atas pengeboman harian militer Moskow.
Rusia sudah meluncurkan 8.150 drone jarak jauh ke Ukraina pada bulan Mei, menurut analisis
AFP terhadap data Angkatan Udara Ukraina, meningkat 24 persen dari bulan April.
Kyiv mencegat sekitar 90 persen dari semua drone dan rudal yang masuk pada bulan Mei, menurut data Angkatan Udara.
(mas)