LIVERPOOL - Penunjukan Andoni Iraola sebagai pelatih baru Liverpool membawa harapan baru bagi publik Anfield. Setelah era Arne Slot berakhir mengecewakan, pelatih asal Spanyol itu diprediksi akan mengembalikan identitas permainan agresif yang selama ini melekat pada The Reds.
Iraola resmi dikontrak Liverpool selama dua tahun. Eks pelatih Bournemouth tersebut datang dengan reputasi sebagai salah satu pelatih muda paling progresif di Premier League. Dalam beberapa musim terakhir, gaya bermain Bournemouth di bawah arahannya kerap disebut sebagai perpaduan sepak bola intens ala Juergen Klopp dengan sentuhan modern pressing agresif.
Fondasi permainan Iraola dibangun dari pengaruh besar Marcelo Bielsa, mantan pelatihnya di Athletic Bilbao. Iraola mengakui banyak mengadopsi metode latihan Bielsa, terutama dalam membangun permainan menyerang yang dinamis dan penuh pergerakan tanpa bola.
“Saya menggunakan banyak latihan dari Marcelo yang saya pelajari darinya saat di Athletic Bilbao,” kata Iraola dalam wawancara dengan Sky Sports pada 2023.
Berbeda dengan pendekatan pelatih seperti Pep Guardiola, Mikel Arteta, atau Arne Slot yang cenderung mengontrol ritme dan meminimalkan risiko, Iraola justru nyaman bermain dalam situasi yang tidak teratur atau chaos. Bournemouth di bawah asuhannya kerap memanfaatkan transisi cepat dan duel intens untuk mengejutkan lawan.
Secara taktik, Iraola banyak menggunakan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 dengan pressing hibrida, gabungan antara penjagaan area dan pressing satu lawan satu. Pola ini terlihat jelas saat lawan melakukan tendangan gawang. Para pemain Bournemouth langsung menekan tinggi demi merebut bola sedekat mungkin dengan area pertahanan lawan.
Data statistik menunjukkan pendekatan itu berjalan efektif. Bournemouth musim lalu mencatat rata-rata perebutan bola di sepertiga akhir lapangan lebih tinggi dibanding Liverpool era Slot. Intensitas pressing, jumlah tekel, hingga turnover juga menjadi salah satu yang terbaik di Premier League.
Iraola pun menegaskan dirinya tidak ingin menghilangkan identitas permainan yang sudah dibangun selama ini, meski kini menangani klub sebesar Liverpool.
“Intensitas, agresivitas, organisasi permainan, dan beberapa aspek tertentu adalah hal-hal yang selalu ingin saya lihat dalam tim saya,” ujar Iraola kepada LFCTV.
“Tentu saja Anda harus beradaptasi dengan pemain yang dimiliki. Namun, ada prinsip-prinsip dasar yang menurut saya sangat sesuai dengan identitas Liverpool selama bertahun-tahun. Saya pikir kami bisa membuatnya berhasil,” lanjut pelatih berusia 43 tahun itu.
Dengan materi pemain yang lebih berkualitas dibanding Bournemouth, gaya bermain Iraola diprediksi bisa membuat Liverpool kembali tampil menekan, cepat, dan agresif seperti pada masa kejayaan Klopp.
(sto)