TEPI BARAT - Pasukan
Israel melepaskan tembakan ke sebuah mobil di Tepi Barat yang diduduki, menewaskan seorang bayi laki-laki berusia tujuh bulan dan melukai orang tuanya.
"Sam Fahd Abou Haikal tewas dan orang tuanya terluka di kota Hebron pada hari Jumat setelah pasukan pendudukan menembaki mereka”, kata Kementerian Kesehatan Palestina.
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
1. Bayi Meninggal karena Luka
Tareq Barbarawi mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa bayi tersebut dibawa ke rumah sakit tetapi meninggal karena luka-lukanya.
Ferial Abu Haikal, nenek dari bayi tersebut, mengatakan kepada kantor berita Wafa bahwa mereka “terkejut” ketika tentara Israel menembaki mereka meskipun kendaraan mereka “benar-benar berhenti”.
“Tidak ada bahaya atau alasan untuk menembak,” katanya.
2. Israel Selalu Menyangkal
Militer Israel mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa selama "aktivitas operasional", para tentara "merasakan sebuah kendaraan berakselerasi ke arah mereka”.
Disebutkan bahwa tentara membalas dengan “tembakan tunggal ke arah kendaraan” dan akibatnya, “tiga warga Palestina terluka dan dievakuasi untuk perawatan medis”.
Penyelidikan awal menemukan “mereka yang terluka adalah warga sipil yang tidak terlibat”, kata militer Israel, menambahkan bahwa insiden tersebut sedang ditinjau.
3. Ribuan Warga Tepi Barat Sudah Dibantai Israel
Kekerasan di Tepi Barat yang diduduki telah meningkat sejak Israel memulai perangnya di Gaza pada Oktober 2023.
Pasukan Israel dan pemukim telah membunuh setidaknya 1.080 warga Palestina di Tepi Barat sejak saat itu, menurut perhitungan AFP berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina.
(ahm)