TEHERAN -
Iran dan Israel saling serang pada Senin (8/6/2026), yang dimulai dengan rentetan tembakan rudal oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) semalam.
IRGC mengumumkan telah menyerang tiga pangkalan militer Zionis Israel, yakni Pangkalan Ramat David, Pangkalan Nevatim, dan Pangkalan Tel Nof. Iran menamai kode serangannya sebagai Operasi Nasr.
Baca Juga: Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota Sedangkan militer Zionis mengeklaim telah membombardir lima kota di Iran, yakni Teheran, Isfahan, Karaj, Tabriz, dan Mahshahr. Situs di Mahshahr yang diserang adalah pabrik petrokimia.
Iran telah menutup wilayah udara di sekitar Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran, lapangan terbang utama negara Islam tersebut, setelah serangan Israel dimulai.
Data dari
Flightradar24 menunjukkan wilayah udara sipil dikosongkan dari Israel ke Iran saat Teheran dan Tel Aviv saling melancarkan serangan.
Teheran juga memperingatkan bahwa semua pangkalan Amerika Serikat (AS) di Teluk dianggap sebagai target yang sah oleh Teheran karena Israel terus menyerang wilayahnya, menurut laporan
Reuters.
Iran memulai serangan rudal semalam dengan dalih membalas agresi tanpa henti Israel terhadap Lebanon. Aksi saling serang ini merupakan yang pertama kali sejak gencatan senjata dimulai 8 April.
Baik pihak Teheran maupun Tel Aviv belum mengonfirmasi apakah ada korban jiwa dalam aksi saling serang ini.
Militer Zionis Israel atau IDF telah mengeluarkan pernyataan singkat saat serangan dimulai. “Beberapa saat yang lalu, Angkatan Udara Israel menyerang target militer milik rezim teror Iran di Iran barat dan tengah," kata IDF. Pernyataan itu tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Di Israel, sirene meraung-raung di beberapa daerah, membuat jutaan orang berlari mencari perlindungan. IDF mengeklaim telah mencegat rudal dari setidaknya tiga serangan, sementara beberapa ledakan terdengar di utara. Menurut laporan CNN, setidaknya 10 rudal balistik telah dicegat sistem pertahanan udara Israel.
Israel Abaikan Trump
Serangan Israel mempersulit negosiasi antara Iran dan AS. Presiden AS Donald Trump telah meminta Israel tidak membalas serangan pertama Iran pada Minggu malam, namun IDF mengabaikannya.
"IDF siaga dan siap untuk terus bertindak di semua front melawan mereka yang mengancam Negara Israel," kata IDF.
Menurut reporter
Axios, Barak Ravid, Trump mengatakan kepadanya bahwa dia sedang menelepon Netanyahu. "Sekarang juga dan mengatakan kepadanya untuk tidak menyerang Iran sebagai balasan," katanya.
Secara terpisah, Trump mengatakan kepada
Financial Times pada hari Senin bahwa Netanyahu tidak akan punya pilihan selain menerima kesepakatan AS dengan Iran.
“Saya yang menentukan segalanya. Saya yang menentukan segalanya,” kata Trump. “Dia tidak menentukan segalanya," katanya.
Dia menambahkan bahwa serangan rudal Iran pada hari Minggu terhadap Israel tidak akan berdampak pada kesepakatan tersebut.
“Kita lihat saja bagaimana akhirnya,” katanya. “Tapi itu adalah serangan yang sama sekali tidak berdampak," paparnya.
“Ini adalah salah satu hal yang telah berlangsung selama 3.000 tahun, atau 47 tahun, tergantung bagaimana Anda menghitungnya,” imbuh Trump.
Menurut Trump, serangan Iran tidak melukai siapa pun di Israel, dan tetap minta Israel untuk tidak membalas. "Jika Netanyahu membalas, itu hanya akan terus berlanjut seperti 47 tahun terakhir, atau 3.000 tahun terakhir," kata Trump.
(mas)