WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) tidak mencegat rudal balistik Iran yang diluncurkan ke arah Israel semalam. Kabar ini bertentangan dengan klaim sebelumnya oleh seorang pejabat militer Israel. Hal ini menurut laporan CNN yang mengutip seorang pejabat AS.
CNN melaporkan militer AS tidak mencegat rudal Iran yang ditembakkan selama serangan terbaru. Hal ini menandai perbedaan dari putaran konflik sebelumnya ketika pasukan AS menggunakan sistem pertahanan rudal untuk membantu mempertahankan Israel dari serangan Iran.
Pejabat itu juga mengatakan kepada CNN bahwa militer Israel berkoordinasi erat dengan militer AS selama operasi tersebut.
Kepala Staf Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir dilaporkan melakukan dua percakapan dengan komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper, menurut laporan tersebut.
Ketegangan meningkat pada hari Minggu setelah Israel membombardir ibu kota Lebanon, Beirut, meskipun gencatan senjata sedang berlangsung.
Iran kemudian meluncurkan rudal ke arah Israel utara, dan Israel kemudian melakukan beberapa gelombang serangan udara terhadap Iran.
Kawasan tersebut tetap dalam keadaan tegang sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada akhir Februari, yang memicu pembalasan Iran terhadap Israel dan negara-negara regional lainnya yang menampung aset AS.
Gencatan senjata sementara tercapai pada 8 April, tetapi negosiasi kemudian terhenti di tengah perselisihan mengenai implementasinya dan perkembangan regional selanjutnya.
Baca juga: Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China (sya)