floating-The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Rabu, 10 Juni 2026 - 23:52 WIB
JAKARTA - Malam baru saja turun di pusat seni dan budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026) kemarin. Para pekerja lalu lalang menikmati langit yang cerah meski sedikit sumuk. Mereka terlihat letih setelah seharian bekerja.

Di tengah kesibukan ibu kota malam itu, alunan musik tradisional sayup-sayup terdengar. Langkah orang-orang yang melintas di depan kawasan TIM melambat. Sebagian di antara mereka bahkan berhenti menonton para penari yang bergerak gemulai mengikuti irama.

Suasana itu mungkin mengingatkan mereka pada kampung halaman. Suasana malam yang penuh kegembiraan, guyub, dan waktu yang berjalan lambat. Kontras dengan kehidupan ibu kota yang gemerlap dan serba cepat.

Kenangan pada budaya kampung halaman itu mungkin yang ingin dihadirkan The Banjoemas Resto and Cafe dalam grand openingnya. Mengobati kerinduan, tidak saja pada suasana, tapi juga budaya dan kulinernya.

"Saat ini yang dibutuhkan adalah rasa kebersamaan dan cinta persatuan. Yang menarik, tempat ini dibalut dengan budaya Banyumas. Ada dua hal yang mampu mempersatukan, yaitu budaya dan kuliner. Orang yang pernah tinggal di Banyumas, memiliki keluarga di Banyumas, atau memiliki kenangan dengan Banyumas, pasti memorinya akan kembali hadir," kata Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Akhmad Sodiq saat grand opening The Banjoemas Resto and Cafe di kawasan TIM.

Prof. Akhmad Sodiq merasa bangga dan kebahagiaan atas kehadiran The Banjoemas di Jakarta. Menurutnya, restoran yang diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsoed ini menjadi ruang pemersatu dua komunitas besar, yakni keluarga besar Universitas Jenderal Soedirman dan masyarakat Banyumas Raya.

"Sesuatu yang idealnya sudah muncul sejak lama, dan hari ini akhirnya terwujud. Ini menjadi kebahagiaan bagi kami," ujarnya.

Founder The Banjoemas Resto & Cafe, Nazaruddin Latief mengatakan, menu yang disajikan memang dirancang untuk membawa pengunjung melakukan perjalanan rasa ke Banyumas. Antara lain sroto, tempe mendoan, cimplung, dan kopi Banyumas.

Latief menjelaskan, sebagai menu utama, Sroto disajikan dengan ketupat, kecambah, pilihan ayam kampung atau jeroan sapi. Sambal kacang kental dan taburan daun bawang dipadukan untuk memperkaya cita rasa.

"Referensi makanan ini diambil dari sroto Lama di Sokaraja, Sroto Jalan Bank di Purwokerto, hingga sroto Pengadilan di Purbalingga," ujarnya.

Hidangan khas lain yang wajib dicoba adalah tempe mendoan, tempe berlapis tepung berbumbu yang digoreng setengah matang sehingga bertekstur lembut. Berasal dari kata mendo yang berarti setengah matang, kuliner khas Banyumas ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sejak 2021 dan memiliki sejarah lebih dari satu abad.

Sebagai penutup, restoran ini menyajikan cimplung, olahan rebusan singkong, ubi, atau kelapa muda yang dimasak bersama gula jawa. Demi menjaga cita rasa autentik, cimplung didatangkan langsung dari desa di Banyumas, termasuk penggunaan nira kelapa yang sulit ditemukan di Jakarta.

Bagi yang suka kopi, The Banjoemas juga menghadirkan pilihan kopi dari lereng Gunung Bismo di Banjarnegara dan Gunung Slamet di Banyumas. Kopi Gunung Slamet memiliki karakter fruity dengan manis alami, sementara kopi lereng Bismo menawarkan cita rasa serupa dengan sentuhan aroma gula aren.

"Kami berharap tempat ini lebih dari sekadar destinasi kuliner, tetapi juga ruang untuk menghadirkan kehangatan budaya Banyumasan yang egaliter, jujur, dan penuh kenangan sebagai bentuk diplomasi budaya daerah di ibu kota," katanya.
(abd)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Solusi Praktis Restoran...
Solusi Praktis Restoran Modern: Kelola Semua Pesanan Daring Cukup dari Satu Layar
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Hari Keempat PRJ 2026...
Hari Keempat PRJ 2026 Padat Pengunjung, Area Kuliner Paling Ramai
Perjalanan Usaha Kuliner...
Perjalanan Usaha Kuliner Lokal yang Berawal dari Gerobak Kaki Lima