floating-Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:57 WIB
JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan ( Wamenkes ) Dante Saksono Harbuwono jumlah penduduk lansia di Indonesia saat ini mencapai 12 persen dari jumlah penduduk yang ada. Bahkan jumlahnya diperkirakan terus meningkat dan akan mencapai 40 juta jiwa pada tahun 2030 mendatang.

Ia mengungkapkan, 16 provinsi di Indonesia saat ini telah memasuki fase Aging Population (Penuaan Penduduk) dengan proporsi lansia 10 persen.

Baca juga: 10-15 Persen Pasangan Usia Subur Alami Infertilitas, Wamenkes Dante Buka Suara

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat kelompok lansia merupakan kelompok rentan khususnya dari segi kesehatan. Apalagi, sekitar 16 provinsi di Indonesia saat ini sudah memasuki fase Aging Population (Penuaan Penduduk) dengan proporsi lansia sebanyak 10 persen.

“Kita akan menunjukkan betapa besarnya tantangan sekaligus peluang yang kita hadapi. Karena berdasarkan data screening sekilas ditemukan 2,8 persen lansia mengalami ketergantungan sedang hingga total. Artinya perawatan jangka panjang bukan lagi isu masa depan. Ini adalah kebutuhan nyata hari ini,” kata Dante dikutip dari video sambutan dalam Puncak Hari Lanjut Usia di RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Baca juga: Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua

Maka dari itu, berbagai fasilitas dan pelayanan kesehatan terus digenjot oleh Kementerian Kesehatan khususnya bagi kaum lansia di Indonesia. Salah satunya seperti transformasi 87 persen puskesmas di Indonesia menjadi Puskesmas Santun Lansia.

Bahkan, di Jakarta, hampir semua puskesmas sudah bertransformasi menjadi Puskesmas Ramah Lansia. Langkah tersebut juga diperkuat dengan pelayan terpadu dari rumah sakit yang sudah diperkuat fungsinya.

Selain itu, hal yang cukup krusial adalah memberikan edukasi kesehatan kepada lansia untuk menopang ekosistem lansia secara menyeluruh dari mulai kesehatan fisik, mental, pemanfaatan teknologi, literasi finansial hingga pemberdayaan.

Baca juga: Pijat Serentak untuk Lansia Jadi Pengingat Pentingnya Perawatan Tubuh di Usia Senja

“Namun, kita harus mengubah cara pandang kita. Lansia bukanlah beban, mereka adalah aset berharga bangsa yang kaya akan pengalaman, kearifan, serta menjadi teladan hidup bagi generasi,” tambah dia.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, dr. Imran Pambudi menuturkan bahwa pihaknya sendiri saat ini tengah menggalakan langkah preventif dan promotif terhadap lansia khususnya dari segi kesehatan mereka. Salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis.

“Tahun lalu sudah ada 7 juta orang dari 34 juta orang lansia yang sudah dilakukan skrining,” tutur Imran.

Ia menekankan agar pengecekan kesehatan terhadap lansia bisa dilakukan secara berkala guna mendeteksi penyakit yang diderita sedari dini. Hal itu dilakukan guna penanganan cepat atau bahkan pencegahan dari penyakit itu sendiri. Di sisi lain hal itu juga bisa mengurangi beban ekonomi dari para lansia atau keluarga mereka agar tidak terlalu terbebani dengan kondisi kesehatan lansia.

“Kenapa ini kita perlu pentingkan preventif dan promotifnya karena kita perlu agar menjaga lansia itu bisa tetap sehat ya.Jangan kita menunggu sakit karena kalau sakit itu biayanya lebih mahal, kemudian yang merawat juga lebih susah ya. Jadi keluarganya juga akan lebih banyak ada bebannya,” jelas dia.

Terakhir, ia mengingatkan kepada masyarakat agar memulai hidup sehat sejak usia muda dan tidak menunggu saat usia tua. Sebab, kesehatan di masa tua sendiri berasal dari pola hidup sehat dan aktivitas yang dilakukan sejak usia khususnya 40 hingga 45 tahun.

“Pesan kedua adalah bahwa kita perlu menjaga kesehatan kita untuk bisa lansia sehat itu jangan mulainya umur 60 tahun ya. Jadi justru kita harus melakukan atau menjaga kesehatan kita itu pada usia 40, 45,” pungkas dia.
(nnz)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Menjelang 75 Tahun,...
Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
Pijat Serentak untuk...
Pijat Serentak untuk Lansia Jadi Pengingat Pentingnya Perawatan Tubuh di Usia Senja
Hari Lansia Nasional,...
Hari Lansia Nasional, 560 Narapidana Terima Remisi