floating-Tren Perawatan Kulit...
Tren Perawatan Kulit Regeneratif Makin Diminati, Teknologi DNA Ikan Trout Jadi Sorotan
Tren Perawatan Kulit...
Tren Perawatan Kulit Regeneratif Makin Diminati, Teknologi DNA Ikan Trout Jadi Sorotan
Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:49 WIB
JAKARTA - Tren perawatan kulit terus bergerak menuju pendekatan yang lebih natural dan berorientasi jangka panjang. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit, perawatan estetika kini tidak hanya berfokus pada koreksi tanda penuaan, tetapi juga pada upaya memperbaiki kualitas kulit dari dalam.

Salah satu pendekatan yang semakin mendapat perhatian adalah regenerative aesthetics atau estetika regeneratif. Perawatan ini menekankan stimulasi proses alami kulit untuk membantu meningkatkan hidrasi, elastisitas, tekstur, hingga mendukung peremajaan kulit secara bertahap.

Pendekatan tersebut turut diperkenalkan melalui peluncuran PolyPhil® di Indonesia oleh GEA Aesthetic bersama Croma-Pharma. Inovasi ini berbasis polynucleotide atau PN dari DNA ikan trout yang dirancang untuk membantu memperbaiki kualitas kulit melalui dukungan terhadap proses regenerasi alami.

Teknologi ini hadir untuk menjawab kebutuhan pasar estetika di Indonesia yang semakin berkembang. Pasien kini dinilai lebih selektif dalam memilih perawatan dan cenderung mencari hasil yang natural, aman, serta sesuai dengan kebutuhan kulit jangka panjang.

PolyPhil® menggunakan teknologi PN-HPT® atau Polynucleotide Highly Purified Technology. Teknologi ini disebut membantu mendukung aktivitas fibroblast, merangsang produksi kolagen dan elastin, meningkatkan hidrasi, serta membantu proses perbaikan jaringan kulit secara alami.

Dalam praktik estetika, produk berbasis polynucleotide dapat digunakan sebagai bagian dari strategi skin rejuvenation maupun preventive anti-aging treatment. Perawatan ini disebut dapat membantu memperbaiki tampilan tekstur kulit, kerutan halus, bopeng bekas jerawat, hingga area sensitif seperti under eye.

Selain untuk kulit wajah, teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan rambut dan kulit kepala. PolyPhil® juga disebut dapat digunakan sebagai skin preparation sebelum sejumlah prosedur estetika lain, seperti filler, botulinum toxin, chemical peeling, maupun laser treatment.

Untuk memenuhi kebutuhan pasien yang beragam, PolyPhil® hadir dalam beberapa varian. PolyPhil™ ditujukan untuk membantu meningkatkan skin quality dan skin rejuvenation. PolyPhil™ Next mengombinasikan polynucleotide dan hyaluronic acid untuk mendukung hidrasi sekaligus regenerasi kulit.

Sementara itu, PolyPhil™ Eye diformulasikan khusus untuk area delicate seperti under eye dan eye contour. Adapun PolyPhil™ Hair ditujukan untuk mendukung scalp dan hair rejuvenation. General Manager GEA Aesthetic, Inneke Huang, mengatakan kehadiran PolyPhil® di Indonesia menjadi bagian dari upaya menghadirkan pilihan perawatan estetika berbasis sains, keamanan, dan hasil yang natural.

“Membawa PolyPhil® ke Indonesia merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi aesthetic treatment berbasis science, safety, dan natural result. PolyPhil® didukung oleh lebih dari 20 tahun pengalaman penggunaan klinis di Eropa, lebih dari 80 publikasi peer-reviewed, serta teknologi PN-HPT® yang menghasilkan polynucleotide dengan tingkat kemurnian tinggi dan kualitas yang konsisten. Kami percaya kehadiran PolyPhil® dapat menambah pilihan terapi regenerative aesthetics bagi dokter dan pasien di Indonesia,” ujar Inneke.

Peluncuran PolyPhil® di Indonesia juga diisi dengan diskusi ilmiah bersama para ahli estetika medis dari dalam dan luar negeri. Salah satu pembicara internasional yang hadir adalah Dr. med. Dr. med. univ. Konstantin Frank dari Munich, Jerman.

Dalam presentasinya, Dr. Frank membahas perkembangan regenerative aesthetics serta peran teknologi polynucleotide dalam praktik estetika modern. Ia menjelaskan bahwa kualitas dan keamanan polynucleotide sangat dipengaruhi oleh proses pemurnian serta sumber bahan bakunya.

PolyPhil® menggunakan DNA ikan trout air tawar yang berasal dari peternakan terkontrol di Eropa dan diproses melalui teknologi PN-HPT®. Proses ini disebut mendukung standar kualitas, kemurnian, dan konsistensi produk.

Acara tersebut juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman bersama dr. Ide Bagoes Insani, Sp.BP-RE. Dalam kesempatan itu, ia membahas pengalaman kolaborasi bersama GEA Aesthetic dan Croma-Pharma, sekaligus pandangannya mengenai potensi PolyPhil® dalam menjawab kebutuhan aesthetic medicine yang terus berkembang di Indonesia.

Peluncuran ini menunjukkan bahwa industri estetika semakin mengarah pada pendekatan perawatan kulit yang tidak hanya mengejar perubahan tampilan secara instan. Lebih dari itu, tren perawatan kulit modern kini semakin menekankan kesehatan kulit jangka panjang, hasil yang natural, serta prosedur yang didukung teknologi dan kajian ilmiah.

Meski demikian, perawatan estetika tetap perlu dilakukan melalui konsultasi dengan dokter atau tenaga medis yang kompeten. Hal ini penting agar pilihan perawatan dapat disesuaikan dengan kondisi kulit, kebutuhan, serta tujuan masing-masing pasien.
(dra)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Tren Inside-Out Nutricosmetics,...
Tren Inside-Out Nutricosmetics, Solusi Cerdas Perempuan Modern Atasi Penuaan Dini
Lorient Element Inovasi...
Lorient Element Inovasi Baru untuk Perawatan Pigmentasi dan Kualitas Kulit
Regenerasi Kulit Jadi...
Regenerasi Kulit Jadi Tren Baru Perawatan Estetika Modern
Rambut Tipis Mudah Lepek?...
Rambut Tipis Mudah Lepek? Perawatan Ringan Dibutuhkan Perempuan Aktif
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian