floating-Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:58 WIB
JAKARTA - Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga ( Unair ), Al Davi Muhammad Azriel Firdaus, berhasil mengharumkan nama kampus setelah meraih medali emas pada Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026.

Davi dinobatkan sebagai peserta terbaik pada bidang Biologi. Prestasi tersebut diraih setelah ia mampu melewati serangkaian seleksi yang kompetitif dan mengungguli ratusan finalis dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Baca juga: Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali

Ketertarikan pada Biologi Sejak Kecil



Keberhasilan Davi di tingkat nasional tidak diraih secara instan. Ketertarikannya terhadap ilmu biologi telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar dan terus berkembang hingga masa SMA.

Minat tersebut kemudian ia salurkan melalui berbagai kompetisi sains yang akhirnya mengantarkannya memilih Fakultas Kedokteran Unair sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

Baca juga: Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya

“Sebenarnya saya sudah tertarik dengan biologi sejak SD. Bagi saya, biologi adalah bidang yang sangat menarik karena membahas secara mendalam tentang bagaimana makhluk hidup itu bekerja dan mempertahankan kehidupannya,” ungkap Davi, dikutip dari laman Unair, Sabtu (13/6/2026).

Menyeimbangkan Olimpiade dan Kuliah Kedokteran



Sebagai mahasiswa kedokteran, Davi harus menghadapi jadwal perkuliahan dan praktikum yang padat. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mempersiapkan diri menghadapi ONMIPA-PT. Ia dituntut memiliki manajemen waktu yang baik agar kegiatan akademik dan persiapan lomba dapat berjalan beriringan.

“Tantangan paling sulit adalah bagaimana menyeimbangkan antara persiapan olimpiade dengan tuntutan akademik di fakultas. Di kedokteran, ritme kuliahnya sangat padat. Dalam satu minggu, kami bisa menghadapi tiga sampai empat kali ujian secara berturut-turut,” kenangnya.

Dukungan Kampus Jadi Faktor Penting



Di balik pencapaiannya, Davi menilai dukungan dari Universitas Airlangga berperan besar dalam keberhasilannya meraih medali emas. Melalui Direktorat Kemahasiswaan, kampus memberikan pembinaan dan pendampingan secara intensif sejak tahap persiapan hingga kompetisi berlangsung.

Menurutnya, para dosen pembimbing dan senior yang pernah menjadi peraih medali ONMIPA turut memberikan banyak masukan dan pengalaman berharga selama proses pembinaan.

“Fasilitas pembinaan dari Unair luar biasa bagus. Kami didampingi oleh dosen-dosen yang sangat keren dan berpengalaman di bidangnya. Tidak hanya itu, para senior yang merupakan medalis ONMIPA tahun-tahun sebelumnya juga turun tangan langsung mendampingi kami. Banyak sekali ilmu baru yang saya dapatkan, dan Alhamdulillah, semua itu berhasil mengantarkan saya meraih medali emas ini,” tuturnya.

Menutup kisahnya, Davi membagikan pesan motivasi bagi mahasiswa dan generasi muda agar terus berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.

“Intinya, jangan pernah lelah untuk menjadi orang yang terbaik dan teruslah berkarya demi kemaslahatan serta umat manusia,” pungkasnya.
(nnz)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
Cerita Fulviana, Mahasiswa...
Cerita Fulviana, Mahasiswa UGM yang Lulus Kedokteran di Usia 20 Tahun
Azriel Bakal Wisuda...
Azriel Bakal Wisuda Bareng Anang dan Ashanty di Unair, Sebut Kado Terbesar Tahun Ini