floating-Kisah Yasin Ayari dan...
Kisah Yasin Ayari dan Gol Perdana Swedia di Piala Dunia Setelah 2.893 Hari
Kisah Yasin Ayari dan...
Kisah Yasin Ayari dan Gol Perdana Swedia di Piala Dunia Setelah 2.893 Hari
Senin, 15 Juni 2026 - 11:03 WIB
MONTERREY - Yasin Ayari menjadi sosok yang tak terlupakan dalam kemenangan Swedia atas Tunisia pada laga Grup F Piala Dunia 2026 , Senin (15/6/2026). Gelandang berusia 22 tahun itu tidak hanya mencetak gol pembuka dan penutup bagi Si Biru-Kuning, tetapi juga menghadirkan kisah emosional di balik golnya.

Saat pertandingan baru berjalan tujuh menit, Ayari melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut atas gawang Tunisia. Gol tersebut menjadi gol pertama Swedia di Piala Dunia setelah penantian selama 2.893 hari.

Namun, selebrasi Ayari terlihat begitu tenang. Di pengujung laga, Ayari mencetak brace usai menjebol gawang Tunisia untuk kedua kalinya

Di balik momen bersejarah itu, tersimpan cerita yang sangat personal. Gol tersebut tercipta ke gawang Tunisia, negara kelahiran ayahnya, Azzouz Ayari.

Baca Juga: Isak-Gyokeres Mengamuk, Swedia Gilas Tunisia dan Rebut Takhta Grup F

Meski lahir dan besar di Solna, Swedia, Ayari memiliki darah Tunisia dari sang ayah. Bahkan, melalui ibunya, ia juga berhak membela Maroko.

Sebelum pertandingan, pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi, mengaku mengenal Ayari dan menghormati keputusannya membela Swedia. "Saya mengenalnya dan saudaranya. Dia membuat pilihan dan saya sangat menghormatinya. Dia pemain yang sangat bagus," ujar Lamouchi dikutip dari Football360.

Perjalanan Karier Yasin Ayari



Perjalanan Ayari memilih tim nasional ternyata tidak mudah. Pada 2021, Tunisia sempat berupaya membujuknya untuk bergabung menjelang Piala Dunia 2022 di Qatar. Sang pemain dikabarkan tertarik dengan tawaran tersebut.

Baca Juga: Papan Tulis Sakti Jepang Bikin Belanda Mandek

Namun, sang ayah memiliki pandangan berbeda. Azzouz Ayari meminta putranya tetap membela Swedia, negara yang menurutnya telah memberikan kesempatan dan membentuk perjalanan hidup sang anak.

"Anak saya ingin bermain untuk Tunisia, tetapi saya memintanya untuk mewakili Swedia. Itu adalah negara yang menyambut dan mengembangkannya. Sudah menjadi kewajibannya untuk membalas budi," kata Azzouz Ayari dalam wawancara dengan media Swedia, Aftonbladet.

Kini, setelah mengantarkan Swedia kembali ke panggung Piala Dunia usai absen selama 12 tahun, Ayari menegaskan bahwa pilihannya tidak pernah berubah. "Saya lahir di Swedia dan merasa sebagai orang Swedia. Swedia adalah negara yang ingin saya wakili," ujar pemain Brighton & Hove Albion tersebut.

Keputusan Ayari sejauh ini berjalan sesuai rencana. Pasalnya, pada laga perdana melawan Tunisia, Swedia menang dengan skor 5-1 dan menempati posisi pertama di Grup F dengan nilai tiga poin.
(yov)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Aturan Baru FIFA Makan...
Aturan Baru FIFA Makan Korban Pertama: Almiron Dikartu Merah Gara-Gara Tutup Mulut
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
Jelang Lawan Arab Saudi,...
Jelang Lawan Arab Saudi, Yamal Belum Siap Main 90 Menit
Vinicius Moncer, Brasil...
Vinicius Moncer, Brasil Gunduli Haiti 3-0