MOSKOW - Sebuah pesawat pengebom strategis
Rusia jatuh saat latihan penerbangan di wilayah Irkutsk, Siberia. Itu dilaporkan kantor berita Interfax pada hari Senin, mengutip Kementerian Pertahanan Rusia.
Banyak pihak mempertanyakan apakah jatuhnya pesawat tersebut terkait adanya sabotase?
Sebuah video yang dibagikan oleh media yang terkait dengan dinas keamanan Rusia memperlihatkan pesawat pengebom Tupolev Tu-22M3 menukik ke tanah, diikuti oleh kepulan asap tebal yang membubung dari lokasi benturan.
Pesawat tersebut tidak membawa hulu ledak dan sedang melakukan pendaratan ketika jatuh, demikian pernyataan Kementerian Pertahanan.
“Awak pesawat berhasil melontarkan diri,” kata Kementerian Pertahanan, menambahkan bahwa para pilot selamat dan sehat dan tidak ada kerusakan di darat.
Laporan yang belum terverifikasi menyebutkan kecelakaan itu terjadi di dekat kota Svirsk, yang terletak sekitar 50 kilometer (31 mil) barat laut pangkalan angkatan udara Belaya.
Belaya menjadi markas Resimen Penerbangan Pengebom Berat ke-220, yang terdiri dari pesawat pengebom Tu-22M3 dan Tu-95.
Musim panas lalu, Belaya termasuk di antara lima pangkalan udara Rusia yang diserang selama operasi drone besar-besaran Ukraina yang dijuluki Operasi Jaring Laba-laba.
(ahm)