floating-FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Selasa, 16 Juni 2026 - 06:51 WIB
SEATTLE - FIFA memenangkan gugatan yang membuat suporter Iran dilarang membawa bendera pra-revolusi Iran ke stadion selama Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Keputusan itu ditegaskan melalui sidang darurat di Los Angeles hanya beberapa jam sebelum laga perdana Iran melawan Selandia Baru digelar.

Bendera yang dipermasalahkan merupakan simbol Iran sebelum Revolusi 1979, dengan lambang singa dan matahari di bagian tengah. Sejumlah pendukung Iran yang tergabung dalam kelompok Institute for Voice of Liberty mengajukan gugatan karena menilai larangan tersebut melanggar kebebasan berekspresi. Namun, hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles, Curtis A. Kin, memutuskan bahwa FIFA berhak menerapkan aturan tersebut karena stadion merupakan properti privat dengan regulasi khusus.

Baca Juga: Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026

Dalam putusannya, hakim menyatakan kebebasan berbicara memang penting, tetapi tetap memiliki batasan dalam acara yang diselenggarakan pihak swasta. Ia juga menyoroti potensi gangguan keamanan bagi ribuan petugas stadion apabila aturan yang sudah ditetapkan FIFA diubah secara mendadak menjelang pertandingan.

FIFA sendiri menganggap bendera pra-revolusi Iran memiliki muatan politik. Organisasi sepak bola dunia itu memiliki kebijakan yang melarang masuknya atribut, spanduk, bendera, maupun simbol yang dianggap bernuansa politik, diskriminatif, atau ofensif ke dalam stadion selama turnamen berlangsung. Aturan tersebut berlaku untuk seluruh peserta Piala Dunia 2026.

Keputusan ini menambah daftar isu politik yang mewarnai turnamen di Amerika Serikat. Sebelumnya, Iran juga menghadapi berbagai kendala terkait perjalanan dan visa menjelang Piala Dunia. Larangan bendera tersebut pun memicu perdebatan di kalangan komunitas diaspora Iran yang menganggap simbol itu sebagai bagian dari identitas budaya mereka, sementara FIFA tetap bersikeras bahwa aturan netralitas politik harus ditegakkan selama kompetisi berlangsung.
(sto)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Aturan Baru FIFA Makan...
Aturan Baru FIFA Makan Korban Pertama: Almiron Dikartu Merah Gara-Gara Tutup Mulut
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat