floating-Jeda Hidrasi Piala Dunia...
Jeda Hidrasi Piala Dunia 2026: Demi Pemain atau Senjata Rahasia Pelatih?
Jeda Hidrasi Piala Dunia...
Jeda Hidrasi Piala Dunia 2026: Demi Pemain atau Senjata Rahasia Pelatih?
Selasa, 16 Juni 2026 - 18:08 WIB
JAKARTA - Piala Dunia 2026 menghadirkan aturan baru yang menarik perhatian, yakni jeda hidrasi wajib selama tiga menit di setiap babak pertandingan. FIFA menyebut kebijakan ini dibuat demi menjaga kesehatan pemain yang harus bertanding di tengah suhu panas di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Keputusan tersebut diambil setelah banyak pemain mengeluhkan cuaca ekstrem pada Piala Dunia Antarklub tahun lalu. Gelandang Argentina dan Chelsea, Enzo Fernandez, bahkan mengaku merasa pusing saat bermain dalam kondisi yang dianggap berbahaya.

Keluhan serupa juga disampaikan pemain Atletico Madrid, Paris Saint-Germain, hingga gelandang Spanyol Marcos Llorente. Meski demikian, aturan baru ini menuai kritik.

Baca Juga: Kisah Vozinha: Kiper Cape Verde yang Menulis Sejarah di Piala Dunia 2026

Sejumlah pihak menilai jeda tambahan tersebut mengganggu ritme permainan dan membuat sepak bola semakin mirip dengan olahraga Amerika yang sarat jeda. Ada pula yang mempertanyakan mengapa aturan itu tetap diterapkan di stadion beratap tertutup atau di kota-kota yang suhunya relatif sejuk.

Mantan striker Arsenal dan Inggris, Ian Wright, bahkan menduga adanya kepentingan komersial di balik kebijakan tersebut. Pasalnya, beberapa stasiun televisi memanfaatkan jeda minum untuk menayangkan iklan.

Namun di lapangan, jeda hidrasi justru berkembang menjadi senjata taktis baru bagi para pelatih. Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, mengakui jeda tersebut memberinya kesempatan untuk menyampaikan instruksi dan melakukan penyesuaian strategi. Hasilnya langsung terlihat ketika Brasil mencetak gol penyeimbang hanya beberapa menit setelah jeda minum saat menghadapi Maroko.

Baca Juga: Selama 90 Menit di Los Angeles, Iran Akhirnya Rasakan Euforia Piala Dunia 2026

Jerman juga merasakan manfaat yang sama. Setelah sempat dikejutkan Curacao, pelatih Julian Nagelsmann memanfaatkan jeda hidrasi untuk mengulang dan mempertegas perubahan taktik. Hasilnya, Der Panzer mencetak enam gol tambahan dan menang telak 7-1.

Fenomena serupa juga terjadi pada Kanada, Skotlandia, dan Prancis. Pelatih Prancis Didier Deschamps bahkan menyebut pertandingan kini tidak lagi terasa seperti dua babak, melainkan empat kuarter karena adanya dua kesempatan tambahan bagi pelatih untuk berbicara langsung dengan pemain.

Apakah jeda hidrasi diperkenalkan murni demi kesejahteraan pemain, kepentingan siaran, atau alasan komersial, perdebatan mungkin akan terus berlangsung. Namun satu hal mulai terlihat jelas di Piala Dunia 2026: jeda minum bukan lagi sekadar kesempatan melepas dahaga, melainkan telah menjelma menjadi bagian penting dalam perang taktik di lapangan hijau.
(yov)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Jelang Lawan Arab Saudi,...
Jelang Lawan Arab Saudi, Yamal Belum Siap Main 90 Menit
Vinicius Moncer, Brasil...
Vinicius Moncer, Brasil Gunduli Haiti 3-0
Salah Umumkan Ayah Messi...
Salah Umumkan Ayah Messi Meninggal, Presenter Argentina Mundur
Gebuk Skotlandia, Gol...
Gebuk Skotlandia, Gol 71 Detik Ismael Saibari Antar Maroko ke Puncak Grup C
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026