JAKARTA -
Pianis ternama dunia,
Rueibin Chen dijadwalkan bakal tampil di Indonesia tepatnya di Aula Simfonia Jakarta pada 20 Juni 2026 mendatang. Dalam penampilannya di Indonesia nanti, ia akan membawakan Konserto Piano No. 1 karya Johannes Brahms bersama dengan Jakarta Simfonia Orchestra.
Rueibin mengungkapkan, salah satu alasan dirinya membawakan musik karya Brahms itu dipilih karena rasa kedekatan dirinya dengan Brahms. Apalagi, ia pernah tinggal selama 15 tahun di kampung halaman Brahms.
Baca juga: Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms “Jadi, kali ini saya akan memainkan Brahms Piano Concerto No. 1. Seperti yang saya bilang, saya selalu merasa Brahms itu sangat dekat karena saya tinggal 15 tahun di kampung halamannya. Dan ketika dia menciptakan karya ini, dia masih sangat muda. Jadi ya, saya sangat senang,” ungkap Rueibin saat diwawancarai di Aula Simfonia Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Apalagi, tampil di Kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia menjadi salah satu impiannya sejak dulu. ia menilai bahwa musik klasik seperti yang ia akan bawakan nanti menjadi satu hal yang memiliki peran penting di Indonesia. Apalagi, ia merasa para audiens di Indonesia memiliki standar yang sangat tinggi sehingga sangat relevan dengan nuansa budaya Jerman dan Austria yang akan dia bawakan.
Baca juga: Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta “Wah, ini impian saya. Jadi, ini juga impian saya karena saya sendiri sudah merantau dari kampung halaman sejak usia 13 tahun. Anda tahu, saya juga berasal dari Asia, dan sekarang saya melihat kesempatan yang sangat bagus di sini. Saya merasa musik klasik punya peran yang sangat penting bagi semua orang di sini. Saya rasa audiens di sini punya standar yang sangat tinggi,” tambah dia.
Chen sejak kecil tumbuh dengan penghayatan tradisi musik Jerman–Austria yang kaya dan berpengaruh. Bahkan, penampilannya di Singapura baru-baru ini memperoleh perhatian luas dari media-media terkemuka Asia maupun internasional. Dalam konsernya di Indonesia nanti, ia akan menghadirkan interpretasi yang sarat makna dan penuh kedalaman emosional terhadap karya agung Brahms. Karya tersebut memadukan semangat, refleksi filosofis, dan karakter heroik.
Nantinya, permainan Chen tidak hanya menampilkan teknik pianistik yang luar biasa, tetapi juga mencerminkan kedalaman nilai kemanusiaan serta intensitas ekspresi yang kuat. Maka dari itu, ia sering dipandang sebagai salah satu pianis keturunan Tionghoa yang paling merepresentasikan jiwa musik Jerman–Austria pada masa kini.
Setelah Jakarta, Chen direncanakan melanjutkan rangkaian tur konsernya di berbagai negara Asia dan akan memulai tur besar di Amerika Serikat pada tahun mendatang. Dengan semangat dan jiwa musik Jerman–Austria yang ditempa melalui pengalaman panjangnya di Wina, Chen terus menghadirkan suara dan perspektif artistik yang khas dari seorang seniman keturunan Tionghoa di panggung dunia.
(nnz)