floating-Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Rabu, 17 Juni 2026 - 20:16 WIB
JAKARTA - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Yatalathof Ma’shum Imawan menegaskan akan kembali menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta Pusat. BEM UI bakal mengajak berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai membebani rakyat.

BEM UI sebelumnya telah menggelar aksi di Bundaran HI, Jumat (12/6/2026). Rencana aksi lanjutan tersebut disampaikan Yatalathof saat menjadi narasumber dalam program Rakyat Bersuara iNews, Rabu (17/6/2026).

Baca juga: Bersitegang dengan Aparat, Massa BEM UI Tertahan di Semanggi saat Menuju Bundaran HI

“Yang pasti dalam hal ini BEM UI akan mengajak seluruh BEM dan juga elemen masyarakat lainnya untuk kita turun lagi di Bundaran HI. Tanggalnya akan kita tentukan dan diumumkan. Masih ada konsolnas dulu, kita konsolidasi,” ujarnya.

Aksi tersebut bertujuan menyuarakan berbagai persoalan yang disebutnya sebagai kemacetan mobilitas sosial yang dirasakan masyarakat saat ini. “Yang penting agar kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan cara bertahan hidup dan juga masa depan bisa didobrak oleh bersatunya rakyat,” ungkapnya.

Yatalathof menilai masyarakat saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat. Dia mencontohkan kenaikan harga kebutuhan pokok dan meningkatnya biaya hidup yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Itu sudah jelas ketika kita datang ke toko kelontong misalkan harga-harga naik begitu kan. Kemudian ketika kita ingin bertransportasi, harga BBM juga naik begitu yang nonsubsidi Pertamax,” katanya.

Selain persoalan ekonomi, Yatalathof juga menyoroti isu ketimpangan dan dugaan praktik korupsi yang kerap menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai persoalan tersebut masih banyak tenaga pendidik yang menerima penghasilan di bawah standar kebutuhan hidup layak.

“Terus juga misalkan kita bisa melihat bahwa ketika kita buka berita, ketika kita bangun pagi itu isinya adalah ketidakadilan misalkan MBG korupsi triliunan per bulan. Di sisi lain kita juga melihat kenyataan bahwa ketika ke kampus atau sekolah, guru atau dosen kita gaji yang masih di bawah UMR,” katanya.

“Terus juga saudara-saudara kita ketika berobat kesehatan BPJS-nya juga iurannya tidak terjangkau, cukup mahal dengan kondisi sekarang,” tambahnya.

Berbagai persoalan tersebut menjadi alasan mahasiswa untuk terus menyuarakan aspirasi melalui aksi turun ke jalan. “Hal-hal itulah yang akan membuat kami selalu turun ke jalan,” tegasnya.
(jon)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa