floating-Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Rabu, 17 Juni 2026 - 18:42 WIB
JAKARTA - Serangan DDoS (Distributed Denial of Service) terhadap organisasi di Indonesia meningkat sebesar 62% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya pada kuartal pertama 2026. Serangan ini merupakan upaya untuk melumpuhkan sebuah website atau sistem dengan cara membanjirinya dengan jutaan lalu lintas atau panggilan palsu secara bersamaan.

StormWall, perusahaan keamanan siber yang mengkhususkan diri dalam perlindungan DDoS, telah memitigasi lebih dari 280.000 serangan yang menargetkan organisasi di Indonesia selama tiga bulan pertama tahun ini, atau sekitar 3.100 serangan per hari. Sekitar 70% serangan terhadap target di Indonesia bermotif finansial, dengan 41% di antaranya disertai tuntutan tebusan.

"Angka itu lebih tinggi daripada rata-rata global yang berada di kisaran 30%. Temuan ini perlu mendapat perhatian mengingat secara global serangan yang didorong oleh hacktivisme lebih banyak terjadi dibandingkan serangan bermotif komersial pada kuartal I-2026 akibat konflik yang berlangsung di Timur Tengah," kata pendiri dan CEO StormWall, Ramil Khantimirov dalam keterangannya dikutip, Rabu (17/6/2026).

Menurut Ramli, serangan DDoS di Indonesia juga berlangsung lebih lama dibandingkan rata-rata global. Hanya 62% serangan yang berakhir dalam waktu kurang dari lima menit, sementara secara global angka tersebut mencapai sekitar 78%.

Dari sisi teknis, jumlah serangan multi-vector meningkat sebesar 47% dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, 62% dari seluruh serangan menggabungkan dua atau lebih vektor serangan, sementara 26% menggabungkan tiga vektor atau lebih. Di sisi lain, serangan probing (pengintaian) meningkat sebesar 81%, sedangkan serangan carpet bombing meningkat sebesar 76%.

Di antara sektor-sektor yang paling sering menjadi target, sektor telekomunikasi menempati posisi pertama dengan menyumbang 26% dari seluruh lalu lintas serangan. Sektor ini diikuti oleh industri hiburan (22%) dan sektor keuangan (17%). Perlu dicatat bahwa industri hiburan menjadi sasaran yang lebih dominan di Indonesia dibandingkan secara global.

Berdasarkan data StormWall, hanya 9% serangan DDoS di seluruh dunia yang menargetkan sektor ini.

"Di Indonesia, serangan DDoS lebih berkaitan dengan uang daripada politik. Salah satu tren yang kami amati adalah meningkatnya aktivitas low-and-slow probing, yaitu serangan berintensitas rendah yang berlangsung secara bertahap, pelaku serangan sengaja menjaga volume lalu lintas tetap berada di bawah ambang deteksi untuk mengidentifikasi titik-titik lemah sebelum melancarkan serangan utama. Hal ini menciptakan risiko yang serius bagi organisasi yang tidak memiliki perlindungan DDoS yang andal," kata Ramli.
(abd)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Nurul Arifin Sebut Akun...
Nurul Arifin Sebut Akun Medsos Wajib Pakai Nomor HP Bisa Jadi Tameng Indonesia Lawan Kejahatan Siber
Ketum DPP KNPI Minta...
Ketum DPP KNPI Minta Kapolri dan Propam Pantau Penanganan Kasus di Tanjungbalai