HOUSTON - Nama Yoane Wissa akan selalu dikenang dalam sejarah sepak bola Republik Demokratik Kongo (DR Kongo). Penyerang berusia 29 tahun itu mencetak gol pertama negaranya di putaran final Piala Dunia 2026 saat menahan Portugal 1-1 pada laga Grup G
Piala Dunia 2026 di Houston, Kamis (18/6/2026).
Gol sundulan Wissa pada awal babak kedua tak hanya menyelamatkan DR Kongo dari kekalahan, tetapi juga mengakhiri penantian 52 tahun negaranya untuk kembali mencetak gol di panggung Piala Dunia. Momen bersejarah itu dirayakan oleh para pendukung Kongo di stadion dan jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Ini adalah pertama kalinya gol pertama suatu negara dicetak oleh pemain yang bermain untuk klub Liga Inggris, sejak Tim Cahill dari Everton mencetak gol pertama untuk Australia pada 2006. Namun, perjalanan Wissa menuju panggung terbesar sepak bola dunia bukanlah kisah yang mudah.
Baca Juga: Saat Messi Bersinar, Ronaldo Justru Tenggelam Pada Juli 2021, saat masih membela FC Lorient di Prancis, Wissa menjadi korban serangan asam. Ia diserang seorang wanita yang sebelumnya mencoba menculik putrinya. Cairan berbahaya itu mengenai wajahnya dan menyebabkan luka bakar kimia serius pada kedua matanya.
"Saya panik setiap mendengar suara dan satu-satunya yang membuat saya bertahan adalah mengetahui anak-anak saya aman," ungkap Wissa dalam persidangan pelaku dikutip dari Al Jazeera.
Wissa harus menjalani operasi darurat dan membutuhkan waktu enam bulan untuk memulihkan penglihatannya. Hingga kini, ia masih harus menggunakan obat tetes mata dan mengaku mengalami trauma berkepanjangan.
Baca Juga: Inggris Hajar Kroasia 4-2, Tuchel: Ini Bukan Identitas The Three Lions Wissa bahkan tidak bisa tidur sendirian dan selalu menoleh ke belakang saat berjalan. Meski demikian, Wissa menolak menyerah. Mantan pelatih Lorient, Christophe Pelissier, menyebut sang striker memiliki tekad luar biasa.
"Dia tidak pernah menyerah. Bahkan setelah mengalami trauma fisik dan mental, dia tetap bertekad untuk sukses," kata Pelissier.
Keteguhan itulah yang akhirnya membawa Wissa berdiri di panggung Piala Dunia dan menorehkan sejarah bagi negaranya. Dari hampir kehilangan penglihatan hingga menjadi pencetak gol pertama DR Kongo di Piala Dunia, kisah Yoane Wissa adalah bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari luka yang paling dalam.
(yov)