floating-Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Kamis, 18 Juni 2026 - 16:54 WIB
JAKARTA - HIPMI Jakarta Selatan berkomitmen memperkuat ekosistem kewirausahaan dan UMKM . Untuk itu, kolaborasi antarberbagai elemen sangat penting sebagai fondasi penguatan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal itu mengemuka saat kegiatan Musawarah Fest yang digelar HIPMI Jakarta Selatan, Musyawarah dan SMESCO Indonesia pada 6–7 Juni 2026 di Gedung SMESCO Convention Hall, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari realisasi Jaya Connect, salah satu program unggulan HIPMI Jaya yang mengintegrasikan berbagai inisiatif strategis untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan dan UMKM.

Sebagai program utama, BPC HIPMI Jakarta Selatan mengusung program Made in Jaksel berperan sebagai wadah promosi dan penguatan identitas kolektif bagi berbagai usaha binaan HIPMI Jakarta Selatan. Program ini diperkuat melalui program kedua, Kolaborasi yang melibatkan Kementerian UMKM, SMESCO Indonesia, lembaga perbankan, komunitas bisnis syariah Kajian Musawarah, serta berbagai mitra strategis lainnya yang memiliki visi bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara itu, program ketiga Syariah Link hadir untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui edukasi, promosi, dan perluasan akses jejaring bagi pelaku usaha berbasis syariah.

Baca juga: Prabowo Ngaku Cocok dengan HIPMI: Kelakuannya Sudah Saya Kenal Semuanya

Integrasi ketiga program tersebut menjadi fondasi utama kegiatan ini dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas sektor, acara ini menghadirkan ruang promosi, edukasi, dan pengembangan jejaring bagi pelaku usaha lokal. Musawarah Fest sekaligus menjadi wadah bertemunya pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan masyarakat dalam satu ekosistem kolaboratif yang produktif.

Acara ini turut diramaikan oleh sejumlah tokoh publik, pemuka agama, dan figure inspiratif yang memberikan wawasan serta motivasi kepada para peserta. Di antaranya Sandiaga Salahuddin Uno, Ustaz Oemar Mita, Ricky Perdana, Muhammad Fakhrurrazi Anshar, Chand Kelvin, Muhammad Assad, Dimas Seto, Dhini Aminarti, Fitri Tropica, Irish Bella, Paula Verhoeven, Shafira UMM, serta Terry Putri.

Lihat video: Menteri Ara Ajak HIPMI Manfaatkan KUR Perumahan untuk Dorong Pengusaha Muda



Kehadiran para narasumber dan figur publik tersebut memberikan nilai tambah melalui berbagai sesi inspiratif mengenai kewirausahaan, pengembangan diri, ekonomi syariah, dan penguatan komunitas.

Musawarah Fest secara resmi dibuka Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman, Direktur Utama SMESCO Indonesia Doddy Akhmadsyah Matondang, bersama Ketua Umum HIPMI Jakarta Selatan, Dzaki Adinda Husna dan Inisiator Musawarah Dimas Seto. Peresmian ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas dalam mendorong pertumbuhan UMKM Indonesia.

“Kolaborasi antar pihak sangat penting dalam pengembangan industri UMKM, maka dari itu Kementerian UMKM bersama Bappenas telah mengembangkan super-app ‘Sapa UMKM’ untuk memfasilitasi pertumbuhan UMKM yang lebih masif lagi,” ujar Maman Abdurrahman.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh pihak menegaskan pentingnya kolaborasi sebagai fondasi penguatan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Musawarah Fest diposisikan sebagai salah satu implementasi nyata program Made in Jaksel. Penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan ini juga selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang menempatkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Berbagai agenda strategis pemerintah, mulai dari peningkatan kapasitas kewirausahaan, penguatan penggunaan produk dalam negeri, hingga penciptaan lapangan kerja melalui sektor usaha produktif, tercermin dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kolaborasi yang terbangun antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat daya tahan ekonomi nasional. Kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi lintas sektor dapat menghasilkan dampak ekonomi yang lebih luas.

Partisipasi lebih dari 10.000 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk lokal, ekonomi kreatif, dan peluang usaha yang berkembang di Indonesia. Ribuan peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap kewirausahaan dan ekonomi syariah. Tingginya tingkat partisipasi tersebut menunjukkan produk lokal semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Capaian ini sekaligus menjadi indikator positif atas meningkatnya minat terhadap kewirausahaan dan Gerakan bangga menggunakan produk dalam negeri.

BPC HIPMI Jakarta Selatan tidak hanya merealisasikan program kerja organisasi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi penguatan ekosistem UMKM Indonesia. Kegiatan ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku usaha, pemerintah, komunitas, dan sektor swasta dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif.

Selain memperluas jejaring bisnis dan meningkatkan daya saing produk lokal, Made in Jaksel juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. HIPMI Jakarta Selatan berharap inisiatif ini dapat terus berkembang dan menjadi model kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta dunia usaha Indonesia.
(cip)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Sri Gusni: Pergantian...
Sri Gusni: Pergantian Pimpinan BGN Harus Jadi Momentum Pembenahan Menyeluruh Program MBG