LOS ANGELES - Seorang komentator senior Piala Dunia 2026 harus menerima sanksi setelah melakukan kesalahan fatal saat memandu laga Iran melawan Selandia Baru. Penyiar asal Turki, Murat Ekrem Cimen, resmi diskors sementara menyusul kekeliruan yang memicu gelombang kritik di media sosial.
Insiden itu terjadi pada pertandingan Grup Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Los Angeles Stadium, California. Dalam beberapa menit awal pertandingan, Cimen berulang kali tertukar menyebut identitas kedua tim serta salah mengenali sejumlah pemain di lapangan. Padahal, Iran tampil dengan seragam putih sementara Selandia Baru mengenakan kostum hitam yang cukup mudah dibedakan.
Rekaman kesalahan tersebut dengan cepat viral di berbagai platform media sosial. Banyak penggemar sepak bola mempertanyakan bagaimana komentator berpengalaman lebih dari tiga dekade bisa melakukan kesalahan mendasar dalam ajang sebesar Piala Dunia.
Menanggapi kontroversi tersebut, stasiun televisi pemerintah Turki TRT mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menyebut kesalahan itu tidak sesuai dengan standar siaran yang selama ini dijaga TRT dan langsung membuka proses investigasi internal. Sebagai langkah awal, Cimen ditarik dari tim peliput Piala Dunia di Amerika Serikat dan tidak akan bertugas hingga penyelidikan selesai.
"Kesalahan yang terjadi dalam siaran pertandingan Iran melawan Selandia Baru tidak dapat diterima berdasarkan standar penyiaran TRT. Kami meminta maaf kepada pemirsa dan masyarakat atas insiden ini," tulis TRT dalam pernyataan resminya.
TRT juga menegaskan bahwa kesalahan tersebut sangat disayangkan mengingat Cimen merupakan sosok yang telah berkecimpung di dunia penyiaran olahraga selama lebih dari 30 tahun. Menurut mereka, setiap pelanggaran terhadap standar siaran, terutama dalam ajang internasional yang disaksikan jutaan orang, akan ditindak secara serius.
Di tengah derasnya kritik, Cimen mendapat pembelaan dari sesama komentator Turki, Ertem Sener. Ia meminta publik tidak menyerang secara personal karena yang terjadi hanyalah kesalahan profesional, bukan tindakan yang layak memicu perundungan. Sener juga mengingatkan bahwa komentator veteran itu memiliki keluarga dan tidak pantas menjadi sasaran hujatan berlebihan di media sosial.
Dampak kontroversi tersebut cukup besar. Akun Instagram milik Cimen dilaporkan menghilang setelah dibanjiri komentar negatif. Akun X yang terhubung dengannya juga tidak lagi dapat ditemukan. Sementara itu, Iran dan Selandia Baru tetap melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 2-2 dalam salah satu laga paling menarik sejauh turnamen berlangsung.
(sto)