floating-Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Jum'at, 19 Juni 2026 - 22:39 WIB
JAKARTA - Di hadapan pimpinan DPR, elemen mahasiswa memberikan peringatan keras kepada eksekutif untuk tidak coba-coba bermain-main dengan isu yang berkaitan dengan perut rakyat. Hal ini disampaikan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Trisakti Dhenni Ribowo usai menggelar pertemuan tertutup dengan pimpinan DPR di ruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Dia meminta DPR sebagai lembaga legislatif menjadi penyambung lidah bagi suara-suara masyarakat, khususnya mahasiswa. Dia meminta pemerintah harus benar-benar mendengar tuntutan rakyat.

Baca juga: Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil

"Jangan dicoba-coba kepada masyarakat. Karena kalau masyarakat nanti sudah lapar, emosi, pasti pemerintah yang kena," ujar Dhenni.

Dia mengungkap tuntutan yang telah disampaikan yakni berkaitan menjaga stabilitas ekonomi baik dari kebijakan fiskal maupun moneternya.

"Serta kestabilan harga bahan pokok dan juga BBM itu yang menjadi concern utama kami, tadi kita sampaikan dan disampaikan beberapa komitmen dari pihak eksekutif," katanya.

"Tadi ditelepon langsung oleh jajaran pimpinan dewan yang harapannya bisa kita tunggu janjinya beberapa waktu ke depan untuk bisa kita tuai hasilnya," sambungnya.
(jon)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik