KUALA LUMPUR - Para staf di Rumah Sakit Sungai Buloh di Selangor, Malaysia, berbaris di koridor rumah sakit (RS) untuk memberikan penghormatan terakhir kepada dosen Universiti Malaya (UM) yang dihormati, Hajjah Normah. Aksi itu untuk menghormati keputusannya yang tanpa pamrih untuk mendonorkan organnya setelah dia meninggal dunia pada 20 Juni.
Dalam sebuah unggahan Facebook, RS memberikan penghormatan kepada almarhumah, yang organ dan jaringannya didonorkan pada 21 Juni, untuk membantu menyelamatkan nyawa lima orang.
Baca Juga: Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik Menurut rumah sakit, keinginan almarhumah untuk menjadi donor organ juga dihormati oleh anak-anaknya setelah dia dinyatakan mati otak.
“Pada 21 Juni 2026, keinginan terakhirnya menjadi kenyataan. Melalui pemberian kehidupan yang berharga ini, organ dan jaringan yang dia donasikan diharapkan dapat menyelamatkan dan mengubah kehidupan setidaknya lima pasien,” demikian bunyi unggahan rumah sakit tersebut di Facebook.
Rumah sakit itu juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada keluarga almarhumah atas apa yang mereka sebut sebagai “hadiah yang tak ternilai harganya”, mencatat bahwa keputusan mereka untuk menghormati keinginannya akan berdampak jangka panjang pada banyak kehidupan.
Merenungkan warisannya, pihak rumah sakit menulis: “Sepanjang hidupnya, beliau mendedikasikan diri untuk mendidik anak-anak bangsa, dan dengan napas terakhirnya, beliau terus meninggalkan warisan pengabdian.”
“Apresiasi tulus juga kami sampaikan kepada keluarganya,” imbuh pihak rumah sakit, yang dilansir
WorldofBuzz, Selasa (23/6/2026).
Sementara itu, pihak rumah sakit juga menyoroti bahwa kasus pengadaan organ ini menandai tonggak baru dalam kolaborasi erat antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia.
“Kami merasa terhormat dapat bekerja sama dengan Tim Bedah Hepatobilier dari Universiti Malaya (UM), yang dedikasinya membantu mewujudkan upaya mulia ini," tulis pihak rumah sakit.
“Ucapan terima kasih yang tulus juga kami sampaikan kepada keluarganya karena telah menghormati keinginannya, serta kepada tim bedah dari Rumah Sakit Sungai Buloh dan Universiti Malaya, yang bekerja tanpa lelah untuk mewujudkan misi ini. Semoga jiwanya dilimpahi rahmat dan ditempatkan di antara orang-orang yang saleh,” imbuh pihak rumah sakit.
(mas)