floating-Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Rabu, 24 Juni 2026 - 11:54 WIB
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melontarkan kelakar soal Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kelakar itu dilontarkan Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Mulanya, Prabowo menyapa jajaran pejabat yang hadir. Kemudian, di hadapan ribuan masyarakat, Prabowo menyinggung nama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang turut hadir dalam acara tersebut.

"Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Panglima TNI ada Subianto-nya, Kapolri ada Prabowo-nya. Susah kalau diganti," kelakarnya.

Baca juga: Ichsanuddin Noorsy: UGM Berada di Titik Nadir dalam Kasus Ijazah Jokowi

Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan rasa bangga atas penghargaan Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama yang diterimanya dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional.

"Ini juga selain kehormatan juga kebanggaan saya karena sudah cukup lama saya berjuang bersama para petani dan nelayan di seluruh Indonesia," katanya.

Prabowo kemudian menjelaskan alasan kedekatannya dengan kalangan petani dan nelayan. Sebagai mantan prajurit, ia menilai petani dan nelayan memiliki peran historis yang sangat besar dalam perjalanan bangsa, terutama pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

"Dan orang bertanya ada apa, Prabowo Subianto selalu bersama petani dan nelayan? Saya jelaskan, saya jelaskan sangat sederhana karena saya mantan prajurit, saya mantan tentara, saya mantan prajurit Indonesia. Dan mantan prajurit Indonesia dari lahirnya TNI, prajurit Indonesia, tentara Indonesia didukung oleh petani dan nelayan. Selalu dibantu oleh petani dan nelayan," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, negara belum memiliki anggaran maupun sistem penggajian yang mapan. Namun para pejuang tetap berjuang mempertahankan republik karena kecintaan terhadap bangsa dan negara.

"Waktu kita deklarasikan, kita proklamasikan kemerdekaan kita, belum ada negara, belum ada anggaran, belum ada APBN, belum ada gaji, mereka yang memilih Republik Indonesia memilih karena hati, karena cinta bangsa Indonesia bukan karena gaji," ujar Prabowo.

"Tapi tentara waktu itu ditopang, didukung, diberi makanan oleh petani, oleh nelayan-nelayan seluruh Indonesia," pungkasnya.
(rca)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada