floating-Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan YTR , Taufik Hidayat Peragakan Pukul Pakai Golok dan Sundut Korban
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan YTR , Taufik Hidayat Peragakan Pukul Pakai Golok dan Sundut Korban
Kamis, 02 Juli 2026 - 14:42 WIB
BANDUNG - Penyidik Polda Jawa Barat masih menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan terhadap korban berinisial YTR oleh tersangka Taufik Hidayat , Kamis (2/7/2026). Proses rekonstruksi digelar secara tertutup di Polda Jabar.

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka memperagakan sejumlah adegan kekerasan yang dilakukan terhadap korban. Salah satu adegan menunjukkan tersangka menganiaya dengan sebilah golok dan menyundutkan rokok ke tubuh korban.

Baca juga: Penampakan Taufik Hidayat Jelang Rekonstruksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan YTR di Bandung

Rekonstruksi berlangsung di Gedung Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Jabar. Polisi menghadirkan beberapa tempat kejadian perkara (TKP) untuk memperjelas rangkaian peristiwa.

Pada adegan di TKP lima yang berlokasi di kawasan Ciwaru, Cilengkrang, Kabupaten Bandung, tersangka memperagakan aksi pemukulan terhadap korban menggunakan golok. Selain itu, korban juga mengalami penyiksaan berupa sundutan rokok di bagian tubuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, tersangka masih menjalani rekonstruksi lanjutan di TKP enam yang berada di wilayah Cinunuk, Kabupaten Bandung.

Proses rekonstruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan sekaligus memperjelas kronologi kejadian dalam kasus penganiayaan YTR.
(jon)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Pelaku Penganiayaan...
Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bekasi Ditangkap
Mantan ART Gugat Erin...
Mantan ART Gugat Erin Wartia Rp1 Miliar, Ungkap Alasan di Baliknya
Erin Wartia Buka Suara...
Erin Wartia Buka Suara soal Ajakan Damai Mantan ART, Singgung Gugatan Rp1,1 Miliar
Babak Baru Kasus Dugaan...
Babak Baru Kasus Dugaan Penganiayaan ART oleh Erin Wartia, Herawati Bawa Bukti ke Polisi
Karina Ranau Trauma...
Karina Ranau Trauma Berat Usai Dianiaya hingga Takut Pergi ke Warung Sendiri