JAKARTA -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta optimistis dapat
mengantisipasi banjir pada
musim hujan dengan mengandalkan pompa. Pengadaan pompa akan dilakukan setiap tahun untuk mengendalikan banjir.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta
Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, pengadaan
pompa setiap tahun tentunya akan terus dilakukan. Termasuk perawatan dan revitalisasinya. Menurut dia, penanganan banjir seperti ini sudah biasa dilakukan oleh negara-negara yang punya masalah banjir seperti yang terjadi di Jakarta.
"Di semua negara-negara yang mengalami banjir ya pasti salah satunya mengendalikan pompa, selain program-program lainnya," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (22/10/2020). (
Baca juga:
Antisipasi Banjir, Puluhan Mesin Pompa Disiagakan di Pluit )Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air (SDA)pompa yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta sejauh ini mencapai 712 unit. Ada tiga jenis pompa yang dimiliki DKI yakni Pompa Stasioner, Pompa
Mobile, dan Pompa Apung.
Untuk pompaStasioner jumlahnya mencapai 487 unit yang dipasang di 178 lokasi rawan banjir. Sementara pompa
mobile sudah tersedia sebanyak 160 unit. Pompa mobile milik Pemda DKI punya kapasitas 400 liter per detik.
Lalu untuk pompa apung sebanyak 65 unit yang telah disebar ke lima wilayah DKI Jakarta. Di mana masing-masing wilayah mendapatkan 13 unit. Ariza mengatakan, bahwa jumlah pompa ini masih kurang dan belum memadai untuk menangani banjir Ibu Kota.
"Kalau bicara pompa diJakarta ini sekalipun kita punya pompa dalam jumlah yang banyak, ya jumlahnya masih kurang. Setiap tahun kita selalu menambah pompa," katanya. (
Baca juga:
Bantu Penanggulangan Banjir, Ratusan Personel Satpol PP Disiagakan )(mhd)