SIDOARJO - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyambangi rumah M. Irvan Romadi, salah satu buruh penerima bantuan langsung tunai (BLT) dari program Bantuan Subsidi Upah (
BSU ), di Desa Grinting, Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (6/11/2020). Selain Irvan, juga ada salah satu perangkat desa yang berhak menerima
BSU .
(Baca juga: Kasus COVID-19 di Jatim Akhir November Diprediksi Tinggal 1,14 Persen )Kedatangan Ida Fauziyah yang didampingi oleh Deputi Direktur
BPJamsostek Jawa Timur, Dodo Suharto dan Kepala Kantor
BPJamsostek Cabang Sidoarjo, Ainul Kholid tersebut untuk memastikan program bantuan dari pemerintah untuk pekerja dalam masa krisis akibat wabah Corona berjalan lancar.
"Saya silaturahim ke rumah Pak irfan dan Pak Sholeh. Mereka penerima program subsidi upah pemerintah yang diberikan kepada pemerintah melalui
BPJamsostek yang memenuhi ketentuan peraturan Kemenaker," katanya.
(Baca juga: Buruh Harian Lepas Nekat Jualan Ganja, Barang Buktinya 41 Kg )Ida mengungkapkan, pada tahap II kali ini penyerapan
BSU sudah mencapai 98,7 persen dari yang sudah tersalurkan kepada 12,4 juta penerima program. Para penerim program subsidi upah melalui
BPJamsostek adalah para pekerja yang memenuhi ketentuan peraturan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). "Kami berharap program pemerintah ini memberikan manfaat kepada seluruh peserta
BPJamsostek ," kata Ida.
Penyaluran
BSU tahap II, lanjut Ida, berbeda dari sebelumnya. Pada tahap ini harus atas rekomendasi dari KPK. "Kami harus mempadankan data program ini dengan wajib pajak. Karena di peraturan menteri itu mereka dengan upah di bawah Rp5 juta," ujarnya.
Dijelaskan Ida, pemadanan data sudah diselesaikan dan telah diserahkan kepada
BPJamsostek . "Mudah-mudahan hari ini bisa diserahkan kepada Kemenaker. Setelah datanya jelas dan lengkap, kami akan meneruskan proses selanjutnya dan akan ditransfer ke para pekerja," tegasnya.
(Baca juga: Ngeri, Herman Merintih hingga Meregang Nyawa Usai Gorok Leher Sendiri )Deputi Direktur
BPJamsostek Jawa Timur, Dodo Suharto menjelaskan, pada tahap pertama hampir 1,5 juta pekerja penerima upah menerima
BSU di Jatim. Sedangkan tahap kedua, sesuai rencana minggu depan sudah mulai di transfer. "Nanti akan kita perbaharui yang berhak menerima
BSU ," katanya.
Dodo menegaskan, bahwa perbaikan data akan terus dilakukan
BPJamsostek . Termasuk nomor rekening berbeda, NIK berbeda dan nama di KTP dan di Bank berbeda. "Kami akan meminta peserta untuk memperbaiki dan mengupdate data," ucapnya.
Menurut Dodo, penggunakan data
BPJamsostek sebagai dasar pemerintah untuk menyalurkan bantuan subsidi secara cepat dan tepat sasaran sudah tepat. Karena saat ini data tersebut dinilai paling akurat dan lengkap, sehingga akuntabel dan valid.
(Baca juga: 3 Bocah Blitar Sembuh dari COVID-19, Tetap Wajib Jalankan Prokes )Seperti diketahui, program bantuan subsidi gaji ini merupakan bantuan dari pemerintah kepada para pekerja formal dengan upah di bawah Rp5 juta/bulan. Para penerimanya merupakan peserta aktif yang terdata sebagai peserta di
BPJamsostek . Bantuan ini diberikan selama dua gelombang, yakni sebesar Rp1,2 juta/gelombang, atau Rp600 ribu/bulan.
(eyt)