floating-PSBB Transisi DKI Berlanjut,...
PSBB Transisi DKI Berlanjut, Penindakan Harus Lebih Tegas Jangan Kendor
PSBB Transisi DKI Berlanjut,...
PSBB Transisi DKI Berlanjut, Penindakan Harus Lebih Tegas Jangan Kendor
Minggu, 08 November 2020 - 20:53 WIB


JAKARTA - Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta mendukung Pemprov DKI Jakarta memperpanjang PSBB transisi. Pasalnya, hingga saat ini Pemprov DKI Jakarta belum mampu menekan penyebaran Covid-19. Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco mengatakan, masa PSBB transisi harus diperpanjang hingga kasus tersebut benar- benar landai. Dia pun mengingatkan agar Pemprov DKI harus sungguh-sungguh menegakan peraturan pencegahan penularan wabah ini.

Apabila ada pelanggar protokol kesehatan Covid-19, harus ditindak tegas. “Penindakan harus lebih tegas. Jangan kendor. Kasus belum ada penurunan, jadi terus perpanjang," kata Baco kepada wartawan, Minggu (8/11/2020). (Baca Juga: PSBB Transisi Diperpanjang 14 Hari, Anies: Jakarta Menuju Kategori Aman)

Kendati demikian, Baco meminta agar Pemprov DKI Jakarta membuka secara bertahap sejumlah kegiatan yang tutup sementara waktu akibat pandemi Covid-19. Di tengah krisis kesehatan sekarang ini, kata dia, perekonomian Ibu Kota yang akhir-akhir ini terpuruk harus diupayakan menggeliat. "Ekonomi harus tetap jalan, tidak boleh mati," ungkapnya. (Baca Juga: PSBB Transisi DKI Berlanjut, Polda Pastikan Ganjil Genap Belum Berlaku)

Dikerahui, kasus positif Covid-19 di Jakarta pada masa PSBB transisi kedua yang diperpanjang sejak 26 Oktober hingga 8 November berada di angka rata-rata 600-700 kasus perhari. Angka tersebut jauh lebih rendah ketimbang diberlakukannya PSBB ketat pada September lalu yang rata rata kasus mencapai 1000 perhari. (Baca Juga: Pemprov DKI Bolehkan Resepsi Pernikahan di Gedung dan Hotel, Ini Syaratnya)

Hal itu diketahui berdasarkan situs corona.jakarta.go.id yang dilihat pada Minggu 8 November. Bahkan, tingkat kesembuhan pun meningkat hingga 90% dibanding pekan pertama penerapan PSBB transisi atau periode 11 sampai 18 Oktober yang mencapai 83,9%. Begitu juga tingkat kematian menjadi 2,1% dari sebelumnya mencapai 2,4%.
(ymn)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Pentingnya Taiwan Menghadapi...
Pentingnya Taiwan Menghadapi Pandemi di Masa Depan
Cegah Lonjakan Kasus...
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Partai Perindo Minta Pemerintah Gencarkan Vaksin dan Prokes
Aturan Wajib Masker...
Aturan Wajib Masker di Transportasi Umum Jakarta Dicabut, Kecuali KRL
Pemerintah Cabut Aturan...
Pemerintah Cabut Aturan Wajib Masker, Vaksin Covid-19 Tetap Dianjurkan