MALANG - Baru sekitar dua bulan bebas dari status zona merah penularan
COVID-19 , kini Kota
Malang , kembali terjerebab ke zona merah akibat tingginya akan positif
COVID-19 pada pertengahan bulan Desember ini.
(Baca juga: Awas, Kasus COVID-19 Kota Malang Melonjak, Block Office Jadi Klaster Penularan )Data terakhir pada Kamis (16/12/2020), kasus
COVID-19 di Kota
Malang mencapai 91. Dari jumlah tersebut tujuh kasus meninggal dunia, 46 kasus berhasil sembuh, dan dalam pemantauan 38 kasus.
Menurut Kabag Humas Pemkot
Malang , Nur Widianto, total jumlah pasien positif
COVID-19 sebanyak 2.925 orang, terdiri dari dalam pemantauan sebanyak 236 orang, yang sudah sembuh sebanyak 2.411 orang, dan meninggal dunia sebanyak 278.
"Sementara untuk yang suspek totalnya sebanyak 4.002 orang. Sebanyak 226 orang di antaranya isolasi di rumah sakit; 100 orang isolasi di rumah; 99 orang meninggal dunia; dan sudah selesai pemantauan sebanyak 3.577 orang," tuturnya.
(Baca juga: Mojokerto Gempar, Anak Jalanan Dobrak Pintu Mobil dan Paksa Minta Uang )Widianto menegaskan, masyarakat wajib meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. "Kuncinya disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan menggenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun," tegasnya.
Berdasarkan data di laman covid.bappenas.go.id, angka rate of transmission (Rt) atau angka reproduksi efektif (Re) di Kota
Malang , kini telah mencapai 1,04. Meningkat tajam bila dibandingkan pada Oktober sampai dengan awal Desember yang mencapai 0,98-0.99.
Angka Rt/Re di Kota
Malang , pada pertengahan bulan Desember ini melampaui yang terjadi pada bulan Agustus 2020, saat pertama kali Kota Malang ditetapkan berstatus zona merah dan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
(Baca juga: 6 Laskar FPI Pengawal Habib Rizieq Ditembak Mati, Ali Ngabalin: Percaya Versi Polisi )Pada bulan Agustus 2020, angka Rt/Re menyentuh angka 1.03. Sementara saat ini telah mencapai 1,04. Artinya, setiap satu pasien positif
COVID-19 di Kota
Malang , bisa menularkan kepada lebih dari satu orang.
Wali Kota
Malang , Sutiaji yang baru saja dinyatakan sembuh dari
COVID-19 juga meminta kepada masyarakat untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. "
COVID-19 masih ada, dan kita semua wajib waspada dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan," tegasnya.
Hal senada juga ditegaskan Gubernur Jatim, Khofifah Indarparawansa saat meresmikan Rumah Sakit Lapangan Ijen Boulevard, Rabu (16/12/2020). "Semua institusi telah bekerja keras bersama untuk menangani
COVID-19 . Tentunya harus diimbangi dengan disiplin masyarakat," tuturnya.
(Baca juga: Cegah Pergerakan Massa Terkait Kasus Habib Rizieq, Polda Banten Lakukan Filterisasi )Dia menegaskan, pemerintah daerah bekerjasama dengan Polres dan Kodim, terus meningkatkan operasi yustisi. Bahkan, operasi yustisi diharapkan bisa semakin diperketat. "Penyebaran
COVID-19 belum berhenti, kita semua harus disiplin," pungkasnya.
(eyt)